Bobibos Diuji Kelayakan, Tentukan Masuk Kategori BBM atau Bukan

5 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memanggil PT Inti Sinergi Formula untuk melanjutkan pembahasan terkait bahan bakar bernama Bobibos.

Produk tersebut akan masuk tahap uji kelayakan untuk menentukan klasifikasinya, apakah tergolong bahan bakar minyak (BBM) atau bahan bakar nabati (BBN).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan lanjutan ini terfokus pada pendalaman aspek teknis, termasuk rencana pengujian laboratorium. Pemerintah disebut menekankan pentingnya standar keselamatan dan kualitas sebelum produk bisa digunakan secara luas.

"Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April lalu, untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas," ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad melansir detik, Senin (27/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Noor bilang pihak pengembang segera menindaklanjuti proses uji teknis agar posisi Bobibos bisa ditentukan secara jelas.

"Secara detail, teknis pengujian akan sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas. Kami minta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah-langkah teknis ini agar prosesnya akuntabel," jelas Noor.

Dalam pertemuan pada 14 April 2026, Ditjen Migas menyambut inovasi Bobibos di tengah tekanan krisis energi global. Namun, pemerintah menegaskan setiap produk energi baru tetap harus melalui tahapan uji yang ketat.

Pengujian oleh Lemigas akan diawali dengan pengambilan sampel menggunakan standar internasional ASTM D4057 dari tangki penyimpanan. Selanjutnya, rangkaian pengujian dilakukan untuk memastikan kesesuaian spesifikasi dengan standar yang berlaku.

PT Inti Sinergi Formula menyatakan siap berkoordinasi dengan Lemigas untuk memenuhi seluruh kebutuhan dalam proses pengujian tersebut.

Sebelumnya, pihak Bobibos telah melakukan identifikasi internal. Hasilnya menunjukkan spesifikasi produk belum memenuhi sejumlah parameter yang disyaratkan, baik untuk kategori BBM maupun BBN.

Pemerintah pada prinsipnya membuka ruang bagi inovasi energi domestik sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional, terutama di tengah ketidakpastian global. Meski demikian, seluruh produk tetap wajib memenuhi prosedur dan standar yang ditetapkan.

Rangkaian pengujian dilakukan di bawah pengawasan ketat sesuai standar operasional. Langkah ini penting untuk melindungi masyarakat dari risiko kerusakan mesin, sekaligus memberikan kepastian hukum jika produk tidak sesuai dengan klaim yang dijanjikan.

(ryh/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |