Jakarta, CNN Indonesia --
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyampaikan rencana pengoptimalan bisnis di segmen ritel dengan meluncurkan produk kredit buy now pay later (BNPL) atau paylater pada kuartal I tahun 2026 guna mengoptimalkan bisnis di segmen ritel.
Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan mengatakan, paylater sebelumnya ditargetkan diluncurkan pada tahun ini. Namun karena keterbatasan waktu menjelang tutup buku, peluncuran ditunda hingga tahun depan.
"Kita mau buat produk itu semuanya harus smooth. Memang berharapnya tahun ini kita bisa. Tapi kita melihat dengan keterbatasan waktu, sepertinya baru awal tahun," kata Rully di sela acara National Financial Health Event di Jakarta, Kamis (27/11) dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain paylater, BTN juga berencana merilis produk kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor (auto loan). Kedua produk ini diharapkan bisa diluncurkan selambatnya di kuartal II 2026.
Rully menyatakan optimisme bahwa daya beli masyarakat akan membaik pada 2026, berkat beragam inisiatif dan program dari pemerintah. Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada 2026 juga diproyeksikan akan lebih baik.
Pada saat bersamaan, perbankan diyakini tetap bisa menciptakan permintaan dengan memanfaatkan basis nasabah sebelumnya yang layak untuk mendapatkan akses terhadap produk tersebut. Rully memberi contoh, KPR BTN.
"Kami punya customer yang kalau kami offer itu mereka akan tertarik. Sama halnya dengan produk lain, misalnya pinjaman atau modal kerja, itu masih banyak masyarakat yang membutuhkan, hanya saja kami akan mempertemukan produknya dengan masyarakat," tutur Rully.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan, porsi kredit BNPL perbankan sebesar 0,30 persen dari total kredit perbankan dan terus bertumbuh tinggi secara tahunan.
Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) per September 2025 menyatakan, baki debet kredit BNPL tumbuh 25,49 persen Year-on-Year (yoy) menjadi Rp24,86 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 30,31 juta dan NPL gross sebesar 2,61 persen.
Hingga akhir Oktober 2025, BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan dengan total nilai sebesar Rp385,59 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 8,02 persen yoy dari Rp356,96 triliun pada periode yang sama pada 2024. Sementara dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BTN tumbuh sebesar 13,70 persen yoy dari Rp372,10 triliun per akhir Oktober 2024 menjadi Rp423,08 triliun per akhir Oktober 2025.
(rea/rir)

15 hours ago
5

















































