Cikal Bintang
, Jurnalis-Senin, 12 Januari 2026 |08:39 WIB

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Foto: PSSI)
JAKARTA – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, membeberkan faktor utama yang melatarbelakangi keputusan John Herdman menerima mandat sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Tantangan besar untuk mentransformasi potensi besar pemain Indonesia di kancah internasional disinyalir menjadi daya tarik terkuat bagi pelatih asal Inggris tersebut.
John Herdman resmi ditunjuk sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia pada Sabtu 3 Januari 2026 lalu. Mantan pelatih Timnas Kanada tersebut datang untuk mengisi kekosongan kursi kepemimpinan pasca-pemecatan Patrick Kluivert dari posisi juru taktik.
1. Kualitas Pemain dan Proyek Naturalisasi
Herdman dikabarkan akan mendapat kontrak cukup panjang, yakni dua musim dengan opsi perpanjangan dua tahun. Melatih Timnas Indonesia merupakan tantangan baru bagi Herdman yang sebelumnya memiliki rekam jejak sukses bersama tim nasional putra maupun putri Kanada.
Arya mengatakan, Herdman memilih Timnas Indonesia karena menyukai tantangan untuk mengembangkan potensi Skuad Garuda yang dinilai memiliki fondasi yang cukup solid.
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga. (Foto: Andika Rachmansyah/Okezone)
"Menurut saya tantangannya cukup menggairahkan. Ini negara dengan ranking sekitar 120, tapi banyak pemainnya bermain di luar negeri dengan kualitas bagus. Tantangannya besar, tapi sumber dayanya juga bagus, itu yang menarik bagi dia (John Herdman)," kata Arya di Jakarta, dikutip pada Senin (12/1/2026).
"Dia juga bisa melihat potensi pemain, termasuk kemungkinan pemain keturunan. Tidak ada batasan baginya. Kalau pelatih hanya melihat liga, itu terbatas. Tapi dengan potensi naturalisasi, dia bisa melihat peluang lain," tambahnya.


















































