Tangguh Yudha
, Jurnalis-Senin, 12 Januari 2026 |11:46 WIB

Penyerapan Beras (Foto: Okezone)
JAKARTA - Perum Bulog menargetkan penyerapan beras sebesar 4 juta ton untuk tahun 2026 ini. Angka tersebut dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar 3 juta ton.
Target penyerapan beras sebesar 4 juta ton ini ditetapkan setalah dilangsungkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung pada 11–12 Januari 2026 di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta.
Selain beras, Bulog juga menargetkan penyerapan jagung sebesar 1 juta ton, kedelai 70 ribu ton, serta penyaluran minyak goreng sebanyak 720 ribu kiloliter yang dilaksanakan bersama ID FOOD dan Agrinas Palma.
"Melalui Rakernas Selindo 2026 ini, Bulog berkomitmen menjaga kesinambungan swasembada pangan dan memastikan kemandirian pangan nasional berjalan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026,” kata Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal, Senin (12/1/2026).
Di sisi penyaluran, Rizal menyebut bahwa Bulog merumuskan strategi penyaluran beras SPHP sebesar 1,5 juta ton yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026, tidak terputus seperti tahun sebelumnya.
Selain itu, ditetapkan pula target penyaluran SPHP jagung sebesar 500 ribu ton, bantuan pangan selama empat bulan, penjualan beras premium dan medium ke pasar umum sebesar 2,5 juta ton, serta rencana ekspor beras premium hingga 1 juta ton dengan tetap menjaga kecukupan stok nasional.
Untuk mendukung kualitas dan tata kelola pengadaan, BULOG, kata Rizal, akan menerapkan kebijakan penyerapan gabah dengan prinsip any quality yang disertai persyaratan usia panen yang optimal guna menjaga mutu beras.


















































