Cagar Alam dan Upaya Melindungi Harimau Malaya Terakhir di Malaysia

4 hours ago 2

CNN Indonesia

Senin, 09 Feb 2026 01:00 WIB

Dari sebanyak 3.000 harimau Malaya yang tercatat pada 1950 kemudian kini hanya tinggal 150 ekor. Ilustrasi. Program konservasi dan cagar alam dibangun demi melindungi harimau Malaya yang jumlahnya kian menipis. (iStockphoto/77path)

Jakarta, CNN Indonesia --

Harimau Malaya menghilang dengan cepat. Dari sebanyak 3.000 harimau yang tercatat pada 1950 kemudian kini hanya tinggal 150 ekor. Berbagai upaya perlindungan dilakukan termasuk program konservasi dan pembangunan cagar alam.

Malaysia bisa-bisa kehilangan satwa endemiknya. Harimau Malaya kini hanya tinggal segelintir. Melihat kenyataan ini, putra mahkota Pahang, Tengku Hassanal Ibrahim Alam Shah, mendirikan program konservasi 'Save the Malayan Tiger'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ia juga membangun cagar alam harimau kerajaan pertama di Asia Tenggara, Al-Sultan Abdullah Royal Tiger Reserve (ASARTR) pada 2023.

ASARTR meliputi sebagian Taman Negara, taman nasional terbesar di Malaysia. Keberadaan cagar alam mampu meningkatkan luas taman nasional lebih dari 30 persen. Di sini, terdapat area seluas 568.500 hektar bagi populasi harimau untuk pulih.

"Jika ada konektivitas antar hutan, populasi dapat tumbuh secara alami," kata Adrian Cheah Chor Eu, asisten koordinator proyek di organisasi nirlaba konservasi kucing liar internasional Panthera, seperti dilaporkan CNN.

Panthera mendukung cagar alam ini dengan memberikan saran untuk konservasi harimau.

Di sini para harimau bebas berkeliaran, mencari mangsa, membangun wilayah, dan terhindar dari konflik dengan manusia. Cagar alam pun dirancang memiliki lebih dari 340 kamera guna mengawasi harimau.

"Kami mengamati kepadatan populasi harimau, di mana mereka berada, dan tentu saja, mangsa harimau," kata Chin Weng Yuen, analis satwa liar di Panthera.

Konservasi harimau di sini dilakukan lewat berbagai pendekatan. Organisasi nirlaba satwa liar Malaysia BORA fokus pada peningkatan spesies mangsa harimau seperti rusa sambar dan babi hutan. Rusa sambar sempat sulit berkembang sebab habitat tidak sesuai dan perburuan liar.

harimau malaya di malaysiaIlustrasi. Harimau Malaya kini jumlahnya tinggal sedikit. Berbagai upaya perlindungan dilakukan termasuk pembangunan cagar alam. (iStockphoto/Photocech)

Sementara lembaga konservasi lokal The Habitat Foundation mengawasi keterlibatan masyarakat, lalu implementasi proyek pariwisata berkelanjutan yang didanai pemerintah.

Tak hanya harimau, upaya konservasi harimau Malaya turut memberikan manfaat buat spesies kucing liar lain seperti, macan tutul, macan tutul berawan, kucing macan tutul, kucing berkepala pipih, kucing marmer, dan kucing emas Asia.

Untuk saat ini, upaya konservasi tampaknya telah membuahkan hasil Tahun lalu, seekor induk dan dua anak terlihat di kamera. Temuan ini menandakan ada perkembangbiakan di cagar alam.

"Itu cukup menarik dan sangat menggembirakan," kata Yuen.

(els)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |