Calon Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Mendapatkan Kartu Nusuk

22 hours ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kartu nusuk merupakan identitas resmi bagi jemaah haji yang dirancang untuk mempermudah mendapatkan berbagai layanan selama menjalankan ibadah haji. Lantas, bagaimana cara mendapatkan kartu nusuk?

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mewajibkan setiap calon jemaah haji memiliki kartu nusuk. Penerapan kartu nusuk bertujuan untuk menghindari jamaah haji ilegal sehingga setiap jamaah yang terdaftar dan resmi akan lebih terjamin keamanannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kartu Nusuk memiliki warna dominan cokelat dan putih, serta berbahan PVC. Pada bagian depan terdapat foto dan data profil setiap jamaah disertai kode batang dan QR Code.

Jika dipindai (scan), akan diketahui data-data jamaah seperti nama, foto, tempat tanggal lahir, nomor visa dan provider yang menerbitkannya, serta lokasi pemondokan jamaah di Mekkah.

Simak cara mendapatkan kartu nusuk yang perlu diketahui calon jemaah haji berikut.

Cara mendapatkan kartu nusuk

Kartu nusuk diterbitkan oleh mitra penyedia layanan haji atau syarikah yang telah dipilih oleh Kementerian Haji dan Umrah.

Anda bisa mendapatkan kartu nusuk fisik melalui syarikah setelah tiba di Arab Saudi. Selain itu, kartu nusuk digital juga bisa diunduh melalui aplikasi Tawakkalna yang disediakan oleh otoritas Saudi.

Berikut ini langkah-langkah untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Tawakkalna.

1. Unduh aplikasi Tawakkalna

Pertama, pastikan untuk mengunduh aplikasi Tawakkalna dari Google Play Store (untuk pengguna Android) atau Apple App Store (untuk pengguna iOS).

2. Registrasi dan verifikasi

Setelah mengunduh aplikasi, buka aplikasi dan lakukan registrasi dengan memasukkan data diri sesuai yang terdaftar pada sistem pemerintah Arab Saudi. Pastikan data yang dimasukkan valid dan sesuai.

3. Akses kartu

Setelah berhasil melakukan registrasi dan verifikasi, jemaah dapat mengakses tiga kartu yang diperlukan melalui menu yang tersedia di aplikasi. Pilih Kartu Nusuk, Pilgrim Permit, atau Visitor ID sesuai kebutuhan.

4. Unduh kartu

Setelah memilih kartu yang diinginkan, jemaah dapat mengunduh kartu tersebut dalam format digital dan menyimpannya di perangkat ponsel. Pastikan kartu tersebut tersedia saat diperlukan oleh petugas setempat.

5. Pastikan kartu terunduh dengan benar

Sebelum berangkat ke Masjidil Haram atau melakukan aktivitas lain, pastikan kartu yang diunduh dapat diakses dengan mudah dan dalam kondisi siap.

Demikian penjelasan mengenai cara mendapatkan kartu nusuk. Dengan langkah-langkah di atas, jemaah haji Indonesia tetap bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar meski belum memiliki kartu nusuk fisik. Semoga membantu.

(pua/fef)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |