Cerita Penjual Daun Jeruk di Bali Kini Punya Rumah Berkat PNM Mekaar

6 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Di sudut Denpasar, Bali, kisah Wulan menjadi gambaran nyata tentang ketangguhan perempuan dalam menghadapi keterbatasan hidup. Berangkat dari kondisi tanpa pekerjaan dan kesulitan ekonomi, ia kini berhasil bangkit hingga mampu memiliki rumah sendiri dan membiayai pendidikan anak-anaknya.

Pada masa sulit tersebut, Wulan harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membayar biaya sekolah anak. Di tengah tekanan ekonomi, ia memilih untuk tidak menyerah dan mulai mencari peluang dari hal sederhana.

Usaha kecil berjualan daun jeruk menjadi titik awal perjalanannya. Dari aktivitas itu, Wulan perlahan membangun kembali kepercayaan diri sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam prosesnya, ia mendapatkan pendampingan dari petugas PNM Mekaar yang dikenal sebagai "kakak-kakak putih biru". Pendampingan ini tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga dukungan moral serta ruang bagi para ibu untuk saling berbagi pengalaman dan semangat.

Bagi Wulan, perjuangan itu tidak pernah hanya tentang dirinya sendiri. Di balik setiap ikhtiar yang dijalani, ada harapan agar anak-anaknya bisa memiliki masa depan yang lebih baik dan keluarganya dapat hidup lebih layak.

"Saya memilih tidak menyerah, dan terus berusaha karena saya dan para ibu kami bekerja bukan hanya untuk diri saya, tapi untuk anak dan keluarga kita. Terima kasih PNM sudah mendampingi saya melewati masa sulit," ujar Wulan.

Kalimat sederhana itu menggambarkan bagaimana daya juang Wulan sebagai seorang ibu melahirkan cinta yang besar kepada keluarga, sekaligus menjadi cermin semangat banyak perempuan prasejahtera yang terus bertahan dan bertumbuh.

Perjuangan tersebut perlahan membuahkan hasil. Dari usaha jualan daun jeruk yang dirintis, Wulan kini mampu menyekolahkan kedua anaknya, membangun rumah, serta mengembangkan usaha tambahan seperti jasa setrika dan katering.

Keberhasilan yag dicapai Wulan menunjukkan, pemberdayaan tidak berhenti pada akses permodalan, tetapi juga tumbuh melalui pendampingan, kedekatan, dan ruang bagi para ibu untuk saling belajar.

Dari lapangan, kisah seperti ini memperlihatkan bahwa kehadiran PNM bukan sekadar mendukung usaha ultra mikro, tetapi juga membantu menumbuhkan harapan di tengah kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, mengatakan bahwa kisah Wulan menjadi bukti ketangguhan perempuan Indonesia memiliki daya yang luar biasa ketika didampingi secara berkelanjutan.

Menurutnya, PNM percaya setiap ibu memiliki potensi untuk bangkit, berkembang, dan menjadi penguat utama bagi keluarganya.

"Karena itu, PNM terus berkomitmen menghadirkan pemberdayaan agar para nasabah tidak hanya mampu menjalankan usaha, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik," ujar Dodot.

Bagi PNM, setiap langkah kecil yang dijalani para ibu di lapangan adalah bagian dari perjalanan besar menuju keluarga yang lebih berdaya dan kehidupan yang lebih sejahtera.

(ory/ory)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |