Deretan Makanan yang Tinggi Probiotik, Bantu Rawat Kesehatan Usus

3 hours ago 5

CNN Indonesia

Senin, 27 Apr 2026 07:30 WIB

Probiotik bukan sekadar tren kesehatan, melainkan mikroorganisme hidup berupa bakteri baik yang berperan besar dalam menjaga ekosistem pencernaan. Ilustrasi acar, salah satu makanan yang tinggi probiotik. (szjeno09190/Pixabay)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Gangguan pada sistem pencernaan, mulai dari rasa begah akibat perut kembung hingga sulit buang air besar atau sembelit, seringkali menjadi keluhan yang mengganggu aktivitas.

Namun, solusi untuk mengembalikan kenyamanan perut ternyata bisa ditemukan melalui asupan yang tepat, yakni makanan tinggi probiotik.

Probiotik bukan sekadar tren kesehatan, melainkan mikroorganisme hidup berupa bakteri baik yang berperan besar dalam menjaga ekosistem pencernaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan mengonsumsi makanan hasil fermentasi ini secara rutin, tubuh tidak hanya mendapatkan kelancaran metabolisme, tetapi juga memperkuat sistem imunitas agar tetap prima sepanjang hari.

Menariknya, Anda tidak perlu bergantung pada suplemen pabrikan. Bakteri baik ini dapat diperoleh dari berbagai sumber pangan alami yang mudah dijumpai di sekitar kita.

Melansir berbagai sumber, berikut adalah empat pilihan makanan tinggi probiotik yang patut Anda masukkan ke dalam menu harian untuk merawat kesehatan usus:

1. Yogurt

Yogurt telah lama dikenal sebagai primadona sumber probiotik. Produk olahan susu ini diproses melalui fermentasi bakteri menguntungkan, khususnya jenis

Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Kandungan bakteri hidup di dalamnya bekerja secara aktif menjaga keseimbangan mikroflora dalam usus.

Tak hanya lezat, yogurt mengandung asam laktat yang berfungsi memperkokoh dinding usus sekaligus meminimalisir risiko diare. Untuk mendapatkan manfaat proteksi yang maksimal, sangat disarankan memilih jenis Greek yogurt tanpa tambahan gula atau pemanis buatan agar kemurnian probiotiknya tetap terjaga.

2. Kimchi

Sajian khas Korea ini merupakan lumbung bakteri Lactobacillus yang terbentuk selama proses fermentasi sayuran. Mengonsumsi kimchi secara teratur efektif membantu menyeimbangkan komposisi bakteri di dalam perut, sehingga penyerapan nutrisi dari makanan lain menjadi lebih optimal.

Selain ampuh mencegah sembelit dan mendongkrak ketahanan tubuh, kimchi memiliki cita rasa segar yang unik. Namun, perlu diperhatikan agar tidak mengonsumsinya saat perut benar-benar kosong.

Sebaiknya, konsumsilah makanan pembuka lain terlebih dahulu sebelum menikmati kimchi guna mencegah timbulnya rasa tidak nyaman atau nyeri pada lambung.

3. Tempe

Sebagai pangan asli Indonesia, tempe merupakan sumber probiotik nabati yang sangat berkualitas. Terbuat dari kedelai rebus yang difermentasi dengan bantuan jamur Rhizopus oligosporus, tempe mengandung bakteri baik yang krusial untuk menstabilkan mikroflora dan menjaga kesehatan saluran cerna secara menyeluruh.

Keunggulan lain dari tempe adalah kadar seratnya yang tinggi, sehingga mampu memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus menjaga ketersediaan energi tubuh.

Tempe sangat fleksibel untuk diolah, mulai dari ditumis, digoreng, hingga dimasak bacem, menjadikannya pilihan praktis untuk menjaga kesehatan usus setiap hari.

4. Acar

Berbeda dengan tempe yang menggunakan ragi jamur, acar mendapatkan kandungan probiotiknya melalui proses fermentasi dalam larutan garam dan air. Selama masa perendaman, bakteri alami pada sayuran akan bekerja menghasilkan asam laktat yang sangat bermanfaat bagi sistem pencernaan.

Kehadiran acar dalam menu makan harian dapat membantu memelihara kesehatan mikrobioma usus dan memperlancar pembuangan sisa makanan.

Dengan kondisi usus yang sehat, proses penyerapan vitamin dan mineral dalam tubuh menjadi lebih efisien, yang pada akhirnya berdampak positif pada kekuatan sistem kekebalan tubuh Anda.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |