Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dipastikan sudah meninggalkan Islamabad, Pakistan, dan melanjutkan perjalanan ke Moskow, Rusia. Araghchi terbang ke Rusia pada Minggu (26/4).
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Araghchi akan berbicara dengan "sejumlah pejabat" senior, demikian dikutip Al Jazeera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kemlu Rusia mengonfirmasi Menlu Iran ini akan berkunjung ke Moskow, tetapi mereka tak menyebut apakah lawatan ini termasuk bertemu Presiden Vladimir Putin.
Diplomasi ulang-alik
Sebelum ke Rusia, Araghchi berkunjung ke Pakistan dan Oman guna membahas perkembangan regional hingga upaya mengakhiri perang.
"Tujuan kunjungan saya adalah untuk berkoordinasi erat dengan mitra kami dalam hal-hal bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional," kata Araghchi di X.
"Tetangga kita adalah prioritas kita," imbuh dia.
Di Pakistan, dia bertemu kepala militer Asim Munir, mediator kunci Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.
Araghchi menggambarkan kunjungannya di Pakistan sangat bermanfaat. Dia juga menghargai jasa serta upaya mereka mengembalikan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
"Kami sepakat dengan posisi Iran mengenai kerangka kerja yang bisa diterapkan untuk mengakhiri perang di Iran secara permanen," kata dia.
Di kesempatan itu, diplomat top Iran ini lantas menyindir pemerintahan Donald Trump terkait perundingan damai.
"Kita masih harus melihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi," ujar Araghchi.
Setelah pertemuan itu, dia berkunjung sebentar ke Muscat, Oman dan bertemu Sultan Haitham bin Thariq.
Mereka membahas masalah bilateral dan perkembangan regional termasuk ketegangan di rute perdagangan minyak global Selat Hormuz.
"Sebagai satu-satunya negara pesisir Hormuz, fokus kami mencakup cara-cara untuk memastikan transit yang aman yang akan bermanfaat bagi semua negara tetangga dan dunia," ujar Araghchi di X.
Dia lantas menekankan negara-negara tetangga merupakan prioritas Iran. Setelah dari Oman, dia kembali ke Pakistan, dan lanjut ke Rusia.
Rangkaian kunjungan Araghchi berlangsung di tengah potensi negosiasi putaran kedua antara AS dan Iran. Namun, Teheran sebelumnya menjelaskan kunjungan Menlu ke Islamabad bukan untuk bersiap negosiasi dengan AS.
AS sementara itu sempat mengumumkan akan mengirim delegasi pada Sabtu. Secara mendadak, Presiden Donald Trump mengatakan delegasi batal terbang ke Islamabad.
Di luar pembatalan AS, kantor berita Fars melaporkan Iran telah mengirimkan "pesan tertulis" ke Amerika melalui mediator Pakistan.
"Berisi beberapa garis merah Republik Islam Iran, termasuk masalah nuklir dan Selat Hormuz," demikian laporan Fars.
AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada 28 Februari. Teheran lalu membalasnya. Sejak saat itu, mereka terus saling gempur.
AS dan Iran sempat gencatan senjata dua pekan yang dimulai pada 7 April dan berakhir 22 April. Sebelum masa gencatan pertama habis, kedua pihak ini dijadwalkan melakukan negosiasi lanjutan.
Namun, hingga kini putaran kedua belum terlaksana.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
6

















































