Jakarta, CNN Indonesia --
Xiaomi Auto telah membuka pusat penelitian dan pengembangan (R&D) Eropa di Munich, Jerman, seiring persiapan produsen kendaraan listrik asal Tiongkok ini merilis model mobil baru dan masuk pasar Eropa pada 2027.
Pusat R&D ini memiliki sekitar 50 staf dan dipimpin oleh Rudolf Dittrich, yang sebelumnya bekerja pada proyek mobil balap BMW M4 GT3.
Claus-Dieter Groll, veteran BMW lainnya, memimpin divisi dinamika kendaraan. Groll telah mengerjakan beberapa model BMW, termasuk Seri 3, Seri 4, Z4, X5, X6, dan X7.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluncuran pusat R&D ini diumumkan Lei Jun, CEO Xiaomi Auto, di Beijing Auto Show pada Jumat (24/3). Fasilitas ini fokus pada kendaraan berperforma tinggi, desain premium, dinamika kendaraan, dan teknologi otomotif canggih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xiaomi Auto mengatakan tim tersebut mencakup insinyur dan desainer dengan pengalaman sebelumnya di BMW, Porsche, Lamborghini, dan Mercedes-Benz.
Model mobil Xiaomi pertama yang mendapat keterlibatan dari tim R&D Eropa ini adalah YU7 GT, versi performa SUV YU7. Model ini rencananya bakal meluncur pada akhir Mei.
Xiaomi Auto belum merilis spesifikasi lengkap YU7 GT, tetapi perusahaan memposisikan model ini sebagai bagian upaya mereka memasuki segmen EV performa dan premium.
Saat ini Xiaomi Auto sudah menjual tiga model mobil, yaitu sedan SU7, mobil performa SU7 Ultra, dan SUV YU7.
Pusat R&D di Munich ini juga menggarisbawahi ambisi Xiaomi Auto yang lebih luas di luar negeri. Lei mengatakan perusahaan berencana memulai ekspansi global pada 2027, dengan Eropa sebagai pasar luar negeri pertama.
Jerman diharapkan menjadi pemberhentian pertama bagi Xiaomi Auto untuk memasuki pasar EV Eropa.
Xiaomi Auto telah memperkuat divisi mobilnya dengan merekrut eksekutif senior dari produsen mobil dan perusahaan EV yang sudah mapan.
Awal tahun ini perusahaan merekrut mantan eksekutif Tesla China, Kong Yanshuang, untuk bekerja di bidang penjualan, sementara Song Gang, mantan eksekutif manufaktur di Gigafactory Tesla Shanghai, juga dilaporkan bergabung dengan Xiaomi Auto.
Saat ini Xiaomi Auto hanya menjual di China, sejauh ini sudah lebih dari 400.000 mobil dikirim ke konsumen pada tahun lalu. Perusahaan telah menetapkan target pengiriman 550.000 kendaraan pada 2026.
Pada Maret, Xiaomi Auto meluncurkan versi terbaru mobil pertamanya, SU7. Di Beijing Auto Show, perusahaan mengatakan telah mengirim 26.000 unit SU7 dan mengamankan 60.000 pesanan terkonfirmasi hingga 23 April.
Xiaomi Auto juga berencana meluncurkan YU7 GT pada akhir Mei, menjelang ekspansi internasionalnya pada 2027, dimulai dengan Eropa.
(fea)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
5

















































