Eks Siklon Tropis Senyar Semakin Melemah, Dampak Hujan Lebat Masih Ada

15 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan eks Siklon Tropis Senyar terus melemah pasca punah dan meninggalkan wilayah Indonesia. Namun, sistem tekanan rendah ini masih berpotensi memicu hujan intensitas sedang hingga lebat.

Menurut data BMKG per Minggu (30/11) pukul 07.00 WIB, sistem tekanan rendah ini tidak lagi berpotensi menjadi siklon tropis.

"Ex-Siklon Tropis SENYAR terpantau sebagai Tropical Low di Laut Cina Selatan pada sekitar 5.6°LU dan 108.5°BT, di timur laut Tarempa. Sistem ini terus melemah dan tidak lagi berpotensi menjadi siklon tropis," tulis BMKG di Instagram, Minggu (30/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, eks Siklon Tropical Senyar masih dapat memberikan dampak tidak langsung cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat di Kepulauan Riau. Selain itu, sistem tekanan rendah ini juga memicu gelombang laut 1,25-2,5 meter di di Perairan Natuna, Anambas, Subi-Serasan, dan Laut Natuna Utara.

Sebelumnya, Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di Selat Malaka telah menyebabkan peningkatan intensitas hujan di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

BMKG mencatat pada periode 25-27 November beberapa kota/kabupaten di wilayah-wilayah tersebut mengalami hujan dengan intensitas mencapai kategori ekstrem di antaranya Aceh Utara, Aceh (310.8 mm/hari); Medan, Sumatera Utara (262.2 mm/hari); Tapanuli Tengah, Sumatra Utara (229.7 mm/hari); dan Padang Pariaman, Sumatra Barat (154 mm/hari)

Curah hujan tinggi ini menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor tiga provinsi tersebut mencapai 303 orang hingga Sabtu (29/11) sore. Kepala BNPB Suharyanto menyebut jumlah korban terbanyak berasal dari Sumatra Utara.

Siklon Tropis Koto

Sementara itu, Siklon Tropical Koto yang selama beberapa hari ke belakang memicu cuaca ekstrem di beberapa wilayah Tanah Air kini semakin menjauh.

Siklon tropis yang berkembang dari Bibit Siklon Tropical 92W ini berada di Laut Cina Selatan, tepatnya 14.0 LU, 112.4BT atau sekitar 1200 km sebelah utara timur
Laut Natuna.

Siklon Tropis Koto terus bergerak ke arah utara-timur laut dengan kecepatan 3 knots atau sektiar 6 kilometer per jam.

"Siklon Tropis Koto saat ini tidak memberikan dampak terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia," terang BMKG.

(lom/dna)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |