Jakarta, CNN Indonesia --
Irak pada Sabtu (21/3) telah menyatakan keadaan kahar (force majeure) pada semua ladang minyak di wilayahnya yang dikembangkan perusahaan minyak asing. Sebagian besar ekspor minyak mentah dari Irak kini dihentikan karena navigasi melalui Selat Hormuz terganggu perang Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Reuters menjelaskan informasi situasi kahar itu didapat dari tiga pejabat energi Irak yang mengetahui keputusan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian perminyakan Irak dalam surat tertanggal 17 Maret yang diverifikasi Reuters menjelaskan navigasi melalui Selat Hormuz, jalur distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia, telah sangat terganggu aktivitas militer saat ini, yang dikatakan belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebagian besar ekspor minyak mentah Irak melintasi Selat Hormuz dan gangguan ini membuat kapasitas penyimpanan mencapai batasnya.
Harga minyak internasional mencapai level tertinggi dalam kurun waktu empat tahun terakhir pada Jumat. Kenaikannya imbas intensitas perang yang terus meningkat dan kini sudah berlangsung selama tiga pekan.
"Para mitra internasional tidak dapat menunjuk kapal tanker untuk mengangkut minyak mentah, sehingga mencegah ekspor meskipun perusahaan minyak negara SOMO siap memuat pengiriman," tulis surat itu.
"Berdasarkan situasi tersebut, kementerian memerintahkan penghentian total produksi di area konsesi yang terdampak, tanpa kompensasi yang timbul dari tindakan tersebut sesuai dengan ketentuan kontrak," kata surat itu.
Kementerian mengatakan pengurangan produksi akan ditinjau secara berkala tergantung pada perkembangan regional dan mengundang perusahaan untuk melakukan pembicaraan mendesak guna menyepakati operasi penting, biaya, dan kepegawaian dalam kondisi force majeure.
Menteri Perminyakan Irak, Hayan Abdel-Ghani, mengatakan produksi minyak mentah di Perusahaan Minyak Basra telah dipangkas menjadi 900.000 barel per hari (bpd) dari 3,3 juta bpd setelah ekspor dari pelabuhan selatan negara itu dihentikan, menurut pernyataan kementerian pada Jumat. Jumlah yang diproduksi dipompa untuk mengoperasikan kilang, kata pernyataan kementerian.
Penurunan produksi dan ekspor diperkirakan akan semakin memperburuk keuangan Irak yang sudah rapuh karena negara tersebut bergantung pada penjualan minyak mentah untuk hampir semua pengeluaran publik dan lebih dari 90 persen pendapatannya.
Perang AS-Israel dengan Iran telah meluas melampaui perbatasan Iran, karena Teheran telah merespons dengan menyerang Israel dan negara-negara Teluk Arab yang menjadi tuan rumah instalasi militer AS.
(fea)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2

















































