Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengancam akan menargetkan lokasi rekreasi dan wisata negara-negara lawan, memasuki tiga pekan perang melawan Amerika Serikat, Israel, dan sekutu-sekutunya. Iran juga bersikeras bahwa mereka masih membangun rudal.
Aksi pembangkangan diungkapkan pada Jumat (20/3), seperti diberitakan Arab News, setelah serangan AS-Israel telah menewaskan sejumlah pemimpin tertinggi Teheran dan menghancurkan industri senjata dan energinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Taman, area rekreasi, dan tujuan wisata di seluruh dunia tidak akan aman bagi musuh-musuh Teheran," peringatan dari Juru bicara militer utama Iran Jenderal Abolfazl Shekarchi, Jumat (20/3).
Ia menyampaikan ancaman tersebut saat Iran terus dihantam serangan udara Amerika dan Israel. Hal ini memperbarui kekhawatiran bahwa Iran mungkin akan kembali menggunakan serangan militan di luar Timur Tengah sebagai taktik tekanan dalam perang.
Para pemimpin AS dan Israel mengatakan bahwa serangan selama berminggu-minggu telah menghancurkan militer Iran.
Serangan udara juga telah menewaskan pemimpin tertingginya, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, dan sejumlah pemimpin militer dan politik berpangkat tinggi lainnya.
Tak tinggal diam, Iran menembaki Israel dan lokasi energi di negara-negara Teluk Arab tetangga saat banyak orang di wilayah tersebut merayakan salah satu hari paling suci dalam kalender Muslim.
Minimnya informasi yang keluar dari Iran, tidak jelas seberapa besar kerusakan yang diderita fasilitas senjata, nuklir, atau energinya sejak perang dimulai pada 28 Februari atau bahkan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas negara tersebut.
Namun, Iran telah menunjukkan bahwa mereka masih mampu melakukan serangan yang mencekik pasokan minyak dan merusak ekonomi global, menaikkan harga pangan dan bahan bakar jauh di luar Timur Tengah.
AS dan Israel telah menawarkan berbagai alasan yang berubah-ubah untuk perang tersebut, mulai dari berharap bisa picu pemberontakan yang menggulingkan kepemimpinan Iran, hingga melenyapkan program nuklir dan rudalnya.
Belum ada tanda-tanda publik tentang pemberontakan semacam itu, dan tidak jelas kemampuan apa yang masih dimiliki Iran atau bagaimana perang itu akan berakhir.
Iran juga tetap menantang meskipun telah diserang selama berminggu-minggu.
Pemimpin Tertinggi baru negara itu, Ayatollah Mojtaba Khamenei, juga mengeluarkan pernyataan langka, mengatakan bahwa musuh-musuh Iran perlu kehilangan "keamanan" mereka.
Khamenei belum terlihat sejak ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei yang berusia 86 tahun, yang tewas dalam serangan udara Israel pada hari pertama perang.
Namun, Iran telah meningkatkan serangannya terhadap lokasi energi di negara-negara Teluk Arab setelah Israel membom ladang gas alam lepas pantai South Pars milik Iran yang sangat besar awal pekan ini.
Dua gelombang drone Iran menyerang kilang minyak Kuwait pada Jumat pagi, memicu kebakaran. Kilang Mina Al-Ahmadi, yang dapat memproses sekitar 730.000 barel minyak per hari, adalah salah satu yang terbesar di Timur Tengah.
Kilang tersebut rusak pada Kamis (19/3) dalam serangan Iran lainnya.
Bahrain mengatakan kebakaran terjadi setelah pecahan peluru dari proyektil yang dicegat mendarat di sebuah gudang, dan Arab Saudi melaporkan menembak jatuh beberapa drone yang menargetkan Provinsi Timur yang kaya minyak.
Ledakan dahsyat mengguncang Dubai ketika pertahanan udara mencegat tembakan yang datang ke kota itu, tempat orang-orang sedang merayakan Idulfitri, akhir bulan puasa suci Ramadan.
Ledakan keras juga terdengar di Yerusalem setelah tentara Israel memperingatkan tentang rudal Iran yang datang. Petugas pertolongan pertama mengatakan mereka merawat dua orang berusia sekitar 70 tahun yang mengalami luka ringan.
Selain gencar menyerang Iran, Israel juga rutin menggempur Lebanon dengan menargetkan Hizbullah yang didukung Iran, dan juga menyerang Israel lewat udara.
Lebih dari 1.300 orang tewas di Iran selama perang. Serangan Israel di Lebanon telah menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi, menurut pemerintah Lebanon, dengan mengatakan lebih dari 1.000 orang telah tewas.
Israel juga mengungkapkan telah membunuh lebih dari 500 anggota Hizbullah.
(chri)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
4

















































