Jakarta, CNN Indonesia --
Gangguan listrik pada jaringan kereta api di Tokyo, Jepang, menyebabkan aktivitas komuter pagi hari lumpuh total pada Jumat (16/1). Insiden ini berdampak pada sekitar 673.000 penumpang setelah dua jalur utama yang melayani stasiun-stasiun tersibuk di dunia terhenti beroperasi.
Melansir Reuters, operator kereta api East Japan Railway (JR East) mengonfirmasi bahwa layanan di jalur Yamanote dan Keihin-Tohoku sempat terhenti hingga sembilan jam.
Pihak JR East menjelaskan gangguan bermula dari kegagalan pemulihan daya listrik setelah pekerjaan pemeliharaan kemarin malam di Stasiun Tamachi, Tokyo. Hal ini menyebabkan kedua jalur tersebut tidak mendapatkan pasokan listrik sejak Jumat pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang juru bicara perusahaan melaporkan adanya kepulan asap yang terlihat keluar dari kotak peralatan di pinggir rel dekat Stasiun Tamachi, yang diduga menjadi titik kerusakan teknis tersebut.
Akibat insiden ini, sejumlah perjalanan kereta terhenti di tengah jalur. Penumpang di jalur Keihin-Tohoku terpaksa turun dari gerbong yang terjebak di antara stasiun dan berjalan kaki menyusuri rel untuk dievakuasi, dengan bantuan petugas pemadam kebakaran serta staf kereta api.
Berbagai unggahan di media sosial menunjukkan pemandangan lautan manusia yang memadati stasiun-stasiun besar akibat penumpukan penumpang.
Jalur Yamanote sendiri merupakan urat nadi transportasi Tokyo yang melewati Shinjuku, stasiun yang melayani sekitar 3,5 juta penumpang setiap hari, sementara jalur Keihin-Tohoku menghubungkan pusat-pusat utama seperti Stasiun Tokyo dan Yokohama.
Layanan kereta baru dilaporkan mulai berangsur pulih pada sore hari setelah petugas teknis berhasil menangani kerusakan pada sistem kelistrikan.
(wiw)

5 hours ago
2















































