KAI Ungkap Makna 'Anggrek', Nama Baru KA Argo Bromo

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) membeberkan makna 'Anggrek' sebagai penyederhanaan nama KA Argo Bromo Anggrek.

"Sebuah penyederhanaan dari nama Argo Bromo Anggrek bukan meninggalkan sejarah, tetapi mematangkan warisan yang sudah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia," tulis manajemen dalam akun Instagram resmi KAI @kai121_, diunggah Selasa (5/5).

Dalam unggahan tersebut, manajemen mengungkapkan bunga anggrek tidak hanya menunggu tanah yang sempurna untuk tumbuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ia menemukan caranya sendiri untuk bertahan. Bertumpu tanpa mengambil alih. Dekat tanpa merusak. Lembut, tapi tidak rapuh. Tenang, tapi tidak lemah," tulis manajemen.

Menurut manajemen, 'Anggrek' adalah sebuah nama yang membawa keanggunan, keteguhan, kepercayaan dalam setiap perjalanan.

"Bukan sekadar perubahan nama, tapi wujud komitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dalam setiap perjalananmu," ungkap menajemen.

KAI mengubah nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026.

Meski nama berubah, KAI memastikan tak ada perubahan terhadap hak penumpang yang telah membeli tiket dengan nama KA Argo Bromo Anggrek.

[Gambas:Instagram]

Tiket yang sudah terbit tetap berlaku dan dapat digunakan pada perjalanan KA Anggrek sesuai jadwal serta kelas pelayanan yang sebelumnya dipilih.

"Setiap penumpang yang telah memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek, tiket tetap dapat dipergunakan pada KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih," tulis KAI.

Pengumuman pergantian nama ini muncul di tengah sorotan publik terhadap rangkaian KA Argo Bromo Anggrek setelah dalam beberapa hari terakhir kereta tersebut terlibat dalam dua insiden berbeda.

Pada Jumat (1/5) dini hari, KA Argo Bromo Anggrek menabrak mobil rombongan pengantar haji di perlintasan swadaya Desa Sidorejo, Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah. Kecelakaan itu menyebabkan lima orang meninggal dunia setelah satu korban yang sempat dirawat akhirnya dinyatakan meninggal.

Kereta dengan nama yang sama juga terlibat kecelakaan besar dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.

Insiden tersebut bermula setelah rangkaian KRL berhenti akibat tertemper kendaraan di perlintasan sebidang, lalu KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti penuh dan menabrak KRL yang sedang berhenti.

Jumlah korban jiwa dalam tragedi Bekasi Timur itu terus bertambah menjadi 16 orang, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan.

Namun hingga saat ini, KAI dalam unggahan resminya tidak mengaitkan langsung pergantian nama menjadi KA Anggrek dengan rangkaian insiden tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |