Kedubes Iran Kecam Agresi Israel dan AS, Serukan Hak Bela Diri

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Kedutaan Besar (Kedubes) Iran untuk Indonesia mengecam keras agresi militer yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap ibu kota Teheran serta beberapa kota lainnya pada Sabtu (28/2).

Dalam pernyataan resminya, pihak Kedubes Iran menyebut serangan tersebut sebagai tindakan kriminal yang melanggar integritas teritorial mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan tegas mengecam tindakan agresif dan kriminal tersebut terhadap integritas teritorial Iran, serta memandang tindakan Washington dan Tel Aviv sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun internasional," bunyi pernyataan tersebut, Sabtu (28/2).

Iran menegaskan bahwa gempuran tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB.

Sebagai respons serangan tersebut, angkatan bersenjata Iran akan mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Iran, menggunakan haknya sesuai Pasal 51 Piagam PBB untuk melakukan bela diri.

[Gambas:Video CNN]

"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional dengan memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap agresi rezim zionis Israel dan Amerika Serikat," tegas mereka.

Selain itu, Iran menuntut Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan nyata atas pelanggaran perdamaian internasional ini.

Secara khusus, Kedubes Iran juga mengetuk hati pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk turut menyuarakan kecaman.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia berharap agar pemerintah dan rakyat Indonesia, para tokoh politik, organisasi keagamaan, kalangan akademisi, serta insan media untuk secara tegas dan terbuka mengecam dimulainya perang dan agresi terhadap wilayah Republik Islam Iran," pungkasnya.

Pada Sabtu (28/2), situasi dilaporkan mencekam setelah rudal Israel menghantam sejumlah titik, termasuk kawasan Jomhouri di Teheran.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut aksi ini sebagai serangan pendahuluan (preemptive strike) untuk melumpuhkan ancaman.

Sementara itu, keterlibatan aktif Amerika Serikat dalam operasi ini telah dikonfirmasi oleh pejabat di Washington, menandakan keterlibatan langsung Negeri Paman Sam dalam gempuran tersebut.

(dis/chri)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |