Kemenhub Bahas TBA Bareng Maskapai, Siap-siap Harga Tiket Pesawat Naik

5 hours ago 9

CNN Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026 20:45 WIB

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (CNN Indonesia TV)

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga tiket pesawat di Indonesia berpotensi semakin melambung. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi tengah membuka pembahasan untuk menyesuaikan Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan bersama maskapai dan pemangku kepentingan terkait.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tekanan geopolitik global yang terus mengerek biaya operasional penerbangan nasional.

Sebelum menyentuh instrumen TBA, pemerintah terlebih dahulu merumuskan formula baru untuk komponen biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge). Kebijakan ini mendesak dilakukan menyusul lonjakan harga avtur dunia yang kian membebani ruang kelola maskapai penerbangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa koordinasi intensif dengan lini maskapai telah membuahkan kesepakatan awal terkait kompensasi harga bahan bakar tersebut.

"Untuk jangka pendek, kami memformulasikan fuel surcharge sebagai penyesuaian terhadap kenaikan harga avtur. Pihak maskapai sudah sepakat bahwa opsi ini menjadi kebutuhan paling krusial saat ini agar mereka mampu beradaptasi," ujar Dudy di Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (22/5).

Setelah kebijakan fuel surcharge resmi diimplementasikan, Kemenhub akan melanjutkan pembahasan mengenai restrukturisasi TBA. Dudy menegaskan bahwa arah pembahasan ke depan bukan untuk menurunkan tarif, melainkan menaikkan batas harga demi menjaga stabilitas dan keberlanjutan layanan udara domestik.

Pembahasan komprehensif ini nantinya akan dikoordinasikan di bawah Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPW).

"Kami memang belum menggelar pertemuan khusus dengan Pak Menko untuk membahas TBA ini secara lebih rinci. Namun ke depan, potensi pembahasan itu pasti ada, arahnya adalah menaikkan TBA," tambahnya.

Rencana penyesuaian tarif komersial ini sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ia memastikan pemerintah bakal mengalkulasi ulang tarif penerbangan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

Menurut AHY, eskalasi konflik di Timur Tengah berdampak langsung pada kenaikan harga energi global, yang kemudian memicu pembengkakan biaya operasional sektor transportasi udara secara menyeluruh.

"Menghadapi dinamika dunia seperti ini memang tidak selalu mudah. Namun, kita berharap ada perbaikan situasi ke depan, sekaligus memastikan kebijakan harga tiket pesawat ini nantinya tidak terlalu memberatkan masyarakat," pungkas AHY.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |