Kisah Danau yang Tiap Malam 'Disapa' Kilatan Petir dan Gemuruh Guntur

2 hours ago 4

CNN Indonesia

Selasa, 19 Mei 2026 08:15 WIB

Di wilayah terpencil Venezuela ini, kilatan petir dan gemuruh guntur terjadi hampir setiap malam dalam setahun dengan intensitas yang sangat padat. Ilustrasi badai petir. (Pixabay/tpsdave)

Jakarta, CNN Indonesia --

Jika kamu mengira badai petir adalah fenomena alam yang datang sesekali, kamu belum pernah mengunjungi sudut barat laut Venezuela.

Seperti dikutip Travel and Leisure, di wilayah terpencil ini, kilatan petir dan gemuruh guntur terjadi hampir setiap malam dalam setahun dengan intensitas yang sangat padat.

Fenomena meteorologi yang menakjubkan ini dikenal sebagai Relámpago del Catatumbo atau Petir Catatumbo. Nama "Catatumbo" sendiri diambil dari bahasa suku asli Barí yang memiliki arti harfiah "Rumah Guntur".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa ahli memperkirakan badai ini terjadi sekitar 140 hingga 160 malam setahun. Namun, data satelit NASA menunjukkan angka yang jauh lebih mencengangkan: badai ini bisa terjadi hingga 300 malam dalam setahun.

Beberapa fakta ekstrem dari Petir Catatumbo di antaranya, badai yang biasanya dimulai saat matahari terbenam (antara pukul 19.00 hingga 05.00 pagi) dan berlangsung selama 7 hingga 10 jam.

Selain itu, petir menyambar antara 16 hingga 40 kali per menit. NASA mencatat wilayah ini memiliki kepadatan petir tertinggi di dunia, dengan sekitar 250 sambaran petir per kilometer persegi setiap tahunnya.

Karena konsistensinya yang luar biasa, terjadi pada waktu dan lokasi yang sama, para ahli meteorologi bahkan mampu memprediksi kemunculan badai ini hingga tiga bulan sebelumnya.

Fenomena langka ini terjadi tepat di titik di mana Sungai Catatumbo mengalir ke Danau Maracaibo. Lokasi ini berada sedikit di utara garis khatulistiwa dengan suhu rata-rata mencapai 32 derajat Celsius sepanjang tahun.

Secara ilmiah, rahasia di balik pasokan petir yang tak pernah habis ini adalah topografi unik. Yang pertama, massa udara yang panas, berangin, dan sangat lembap dari Karibia berembus ke daratan.

Selanjutnya, udara lembap ini kemudian terperangkap di cekungan karena dikelilingi oleh tiga rangkaian pegunungan raksasa: Andes, Serranía del Perijá, dan Mérida Cordillera.

Gunung-gunung ini sendiri bertindak sebagai dinding yang memaksa udara hangat naik dengan cepat, bertemu dengan udara dingin dari gunung, dan menciptakan muatan listrik masif yang memicu badai petir abadi.

Aktivitas petir ini mengalami fluktuasi sepanjang tahun. Petir Catatumbo paling aktif selama musim hujan, yaitu dari Juli hingga November, dengan puncaknya pada bulan September dan Oktober. Sebaliknya, badai akan sedikit mereda pada bulan-bulan kering seperti Januari dan Februari.

Pemukiman manusia terdekat dari pusat badai adalah Ologa, sebuah desa nelayan terpencil dengan rumah-rumah panggung di tepi Danau Maracaibo.

Sementara di seberang danau, terdapat kota Maracaibo yang memanfaatkan kilatan petir ini sebagai "mercusuar alami" selama berabad-abad karena cahayanya bisa terlihat dari jarak ratusan mil.

Selain menjadi magnet bagi para pemburu badai atau storm chasers dan ilmuwan, kawasan lahan basah di sekitar danau juga menjadi surga keanekaragaman hayati.

Wilayah ini dihuni oleh lumba-lumba sungai, monyet melolong, anaconda, hingga kapibara, menjadikannya destinasi impian bagi para fotografer satwa liar yang ingin menguji nyali di bawah langit yang terus menyala.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |