Koki AI Dubai Racik Menu 'Daging Dinosaurus', Harganya Hampir Rp1 Juta

12 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah restoran di Dubai diklaim punya koki Artificial Intelligence (AI) pertama di dunia. Yang menarik, restoran ini menyajikan menu 'daging dinosaurus'.

Restoran Woohoo punya koki andalan bernama Chef Aiman. Chef Aiman merupakan program AI yang terlatih dengan ribuan resep, riset kuliner, dan gastronomi molekuler.

Menurut pihak restoran, Chef Aiman mampu mengoptimalkan menu dan menyeimbangkan rasa. Namun tugas berkaitan dengan proses memasak dan penyajian makanan tetap ditangani staf manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"AI mungkin akan menciptakan hidangan yang lebih baik daripada manusia di masa depan," kata salah satu pendiri restoran asal Turki, Ahmet Oytun Cakir, seperti dilaporkan AFP.

Restoran ini mayoritas menyajikan hidangan fusi internasional, kemudian beberapa kreasi AI termasuk menu dinosaur tartare. Tartare merupakan sajian dari daging atau ikan yang dicincang ditambah bumbu.

Menu ini dimaksudkan untuk menciptakan kembali cita rasa reptil yang punah itu. Restoran enggan menyebut resepnya. Disebutkan menu dibuat berdasar pemetaan DNA.

Dinosaur tartare dibanderol dengan harga US$58 atau sekitar Rp965 ribu. Rasanya mirip kombinasi daging mentah dan disajikan di atas piring berdenyut sehingga sajian seperti 'bernapas'.

"Ini benar-benar kejutan. Rasanya sangat lezat," ujar salah satu pelanggan Efe Urgunlu.

Kendati 'mempekerjakan' koki AI, restoran tetap memiliki koki asli. Chef Sehat Karanfil mengawasi proses memasak dan penyajian akhir. Dia mengaku tidak selalu setuju dengan pilihan Chef Aiman.

[Gambas:Instagram]

"Jika saya mencicipinya, misalnya, dan rasanya terlalu pedas, saya akan berbicara lagi dengan koki Aiman. Setelah berdiskusi, kami akan menemukan keseimbangan yang tepat," ujarnya.

Inovasi restoran memang menuai decak kagum. Namun ternyata tidak semua orang di dunia kuliner Dubai melihat ini sebagai hal positif.

Chef Mohamad Orfali, koki asal Suriah, menilai "tidak ada yang namanya koki AI". Buat pemilik restoran Orfali Bros ini, memasak memerlukan "napas" atau jiwa.

"Kecerdasan buatan tidak memiliki perasaan dan ingatan; singkatnya, ia tidak memiliki napas... Ia tidak dapat menanamkannya ke dalam makanan," kata Orfali seperti dikutip dari News Australia.

(els)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |