Komdigi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6GHz, Perluas Internet Cepat

6 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan rencana lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz pada 2026 sebagai upaya mendorong pemerataan jaringan seluler 4G serta memperluas jaringan 5G.

Lelang ini disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi digital sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses internet yang lebih merata, termasuk di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sinyal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua pita frekuensi yang dilelang disebut memiliki fungsi yang saling melengkapi. Pita 700 MHz merupakan frekuensi low-band yang dikenal sebagai "digital dividend," hasil dari migrasi siaran televisi analog ke TV digital atau yang dikenal sebagai Analog Switch Off (ASO).

"Frekuensi ini unggul dalam cakupan sinyal yang luas dan kemampuan menembus hambatan fisik seperti gedung, sehingga menjadi tulang punggung perluasan akses internet mobile broadband ke seluruh pelosok Indonesia," kata Komdigi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4).

Sementara itu, pita 2,6 GHz merupakan frekuensi mid-band yang ideal untuk menopang kapasitas dan kecepatan transmisi data skala besar, khususnya teknologi 5G. Frekuensi ini difokuskan untuk mengakomodasi kepadatan lalu lintas data tinggi di wilayah perkotaan.

Lebih lanjut, lelang ini ditargetkan mendorong akselerasi penggelaran infrastruktur jaringan bergerak seluler, mendukung pencapaian target kecepatan rata-rata mobile broadband nasional, dan meningkatkan cakupan layanan mobile broadband 4G di Indonesia, khususnya ke desa dan kelurahan yang masih minim akses telekomunikasi.

Misi tersebut sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Rencana Strategis Komdigi 2025-2029.

Selain itu, lelang ini juga mendorong penyedia jaringan seluler memperluas layanan 5G di berbagai wilayah melalui seleksi ini.

Untuk mendukung pelaksanaannya, Menkomdigi telah menetapkan Keputusan Menteri Nomor 175 Tahun 2026 tentang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz, serta Keputusan Menteri Nomor 176 Tahun 2026 yang mengatur tim pelaksana seleksi.

Komdigi menegaskan proses seleksi akan mengedepankan asas transparansi, kepastian hukum, dan akuntabilitas di setiap tahapan.

Operator selular plat merah Telkomsel menyambut positif rencana pemerintah membuka lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz tahun ini yang ditujukan untuk pemanfaatan jaringan 4G dan 5G.

"Telkomsel menyambut positif rencana Pemerintah yang akan membuka seleksi pita frekuensi 700MHz dan frekuensi 2,6 GHz. Kami memandang langkah ini sebagai bagian penting dalam memperkuat ekosistem telekomunikasi nasional dan memperluas akses layanan broadband yang cepat, stabil, dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujar VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (9/4).

Fahmi menyatakan pihaknya akan terus mendukung percepatan transformasi digital nasional.

Fahmi tidak dengan jelas menyebut apakah Telkomsel akan ikut ambil bagian dalam lelang tersebut. Namun, ia mengatakan pihaknya terus melakukan persiapan teknologi dan pengembangan infrastruktur agar spektrum baru ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghadirkan layanan yang relevan dan berdampak.

"Kami berharap proses seleksi dapat berjalan dengan baik dan produktif, sehingga pemanfaatan spektrum frekuensi ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi industri dan memperkuat daya saing sektor digital, tetapi juga turut menunjang upaya menjaga kesehatan industri dan investasi secara berkelanjutan," katanya.

"Dengan demikian, langkah ini akan turut mendukung target strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi secara inklusif dan berkesinambungan," tandasnya.

(lom/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |