Jakarta, CNN Indonesia --
Juru bicara Partai Tudeh, partai berhaluan komunis di Iran, Mohammad Omidvar mengatakan bahwa aksi demonstrasi oleh warga Iran sebenarnya adalah perjuangan kelas yang dimulai dari kelas buruh dan pekerja.
Namun, ia menyebut aksi demo di Iran itu berusaha dibajak kekuatan neoliberal penjajah Amerika Serikat dan Israel. Hal itu sebagai konsekuensi langsung kebijakan rezim Iran yang ditudingnya menerapkan kebijakan ekonomi neoliberal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuai dengan pernyataan partai pada 9 Januari, perlawanan rakyat yang dimulai dengan pemogokan dan protes damai pada 28 Desember, yang menariknya melibatkan para pedagang di Bazaar. Itu secara tradisional telah menjadi basis sosial bagi rezim dan telah mendukung mereka selama 47 tahun terakhir dengan cepat menyebar ke semua kota besar dan kecil di seluruh Iran dan menimbulkan tantangan serius bagi kediktatoran yang berkuasa,"kata Omidvar kepada laman Morning Star, 18 Januari.
Singkatnya, kata Omidvar, hal itu bertentangan dengan klaim Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, bahwa gerakan protes rakyat ini adalah perjuangan kelas dan bukan produk imperialisme AS atau rezim Israel yang melakukan genosida.
"Sebaliknya, ini adalah konsekuensi langsung dari kebijakan ekonomi neoliberal yang membawa bencana dari rezim kapitalis yang berkuasa, serta korupsi yang meluas, ketidakamanan, dan penindasan besar-besaran yang dikenakan pada bangsa oleh para pemimpin rezim dan kolaborator mereka," katanya.
Dia juga menambahkan tentang keterlibatan AS dan Israel yang disebutnya hanya membajak kepentingan.
"Penting juga untuk dicatat bahwa kami menyadari imperialisme AS dan sekutunya di kawasan ini, terutama pemerintahan kriminal Netanyahu, dan agen-agen mereka di Iran, memiliki kepentingan untuk membajak gerakan protes damai dan mendorongnya ke arah kekerasan, sehingga memungkinkan rezim untuk membenarkan penindasan brutal dan tidak manusiawi, membunuh dan melukai ribuan demonstran, dan menangkap ribuan lainnya, sambil memberlakukan pemadaman komunikasi total yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara tersebut," jelasnya.
Tanggapan atas seruan Reza Pahlavi
Sementara terkait Reza Pahlavi yang disebut mendukung demo, Omidvar berkata, bahwa Pahlavi kekurangan basis sosial material di Iran.
Manifestasi dukungan untuknya terbatas pada kelompok-kelompok sosial kecil, terutama mereka yang mengungkapkan nostalgia untuk Iran pra-Republik Islam. Hal ini tidak dapat dan tidak seharusnya secara keliru diproyeksikan sebagai indikasi tingkat dukungan yang signifikan terhadap monarki dalam masyarakat Iran.
Partai Tudeh berdiri sejak 1941 yang dipimpin oleh Soleiman Muhsin Eskandari sebagai pemimpinnya.
Ia memiliki pengaruh yang cukup besar dalam tahun-tahun awal pendirian hingga mendukung PM Mosadegh. Namun ketika Mosadegh digulingkan pada 1953, partai ini pun dibubarkan oleh Shah Iran Reza Pahlavi. Mereka pun berjuang secara gerilya.
Dan saat revolusi Iran meletus pada 1979, nasib mereka tak berubah. Partainya tetap dilarang dan banyak pentolannya dipenjara.
Namun begitu, sebagian anggotanya berpencar ke luar negeri dan tetap berjuang dari pengasingan di sejumlah negara terutama Eropa. Salah seorang tokoh dan juru bicara Partai Tudeh, Mohammad Omidvar, diwawancara situs Morning Star baru-baru ini, terkait demonstrasi dan kerusuhan di negaranya.
(imf/bac)

2 hours ago
1

















































