Percepat Hilirisasi dan Ekspor, Krakatau Steel (KRAS) Perkuat Produksi Baja

4 hours ago 1

Percepat Hilirisasi dan Ekspor, Krakatau Steel (KRAS) Perkuat Produksi Baja

Percepat Hilirisasi dan Ekspor, Krakatau Steel (KRAS) Perkuat Produksi Baja (Foto: Dokumentasi)

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menandatangani perjanjian pemenuhan pasokan produk baja Cold Rolled Coil (CRC) dengan PT Tata Metal Lestari sebanyak 10 kilo ton per bulan selama satu tahun. 

Kesepakatan Long Term Supply Agreement (LTSA) ini merefleksikan kekuatan positioning Krakatau Steel Group sebagai pemain kunci di industri hulu baja nasional. Komitmen ini menciptakan landasan bisnis yang predictable, mendukung efisiensi operasional, dan memperkuat struktur industri yang terintegrasi. 

"Bagi Krakatau Steel, LTSA ini tidak hanya berbicara soal volume penjualan, tetapi tentang membangun struktur industri yang lebih sehat. Ketika produsen hulu dan hilir nasional saling memperkuat, maka ketahanan industri dalam negeri akan semakin solid," ujar Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Kolaborasi ini telah menghasilkan kinerja ekspor termasuk menembus pasar Amerika Serikat dengan total 15.000 ton pada periode Februari dan September 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa produk Krakatau Steel telah memenuhi standar kualitas global dan dikelola dengan model bisnis yang kompetitif.

Lebih luas, komitmen bisnis jangka panjang ini selaras dengan visi pemerintah untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi. Dengan pondasi bisnis yang semakin kuat melalui kemitraan strategis, Krakatau Steel siap berkontribusi lebih besar dalam memperkuat ketahanan industri nasional dan mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio Krakatau Steel Hernowo meyatakan bahwa kerja sama antara Krakatau Steel Group dan PT Tata Metal Lestari bukanlah kolaborasi yang pertama. Hubungan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya menjadi fondasi penting bagi penguatan ekosistem industri baja nasional, khususnya dalam mendorong pemanfaatan produk baja dalam negeri dan peningkatan nilai tambah industri hilir.

“Dan sinergi ini juga menunjukkan konsistensi kedua perusahaan dalam membangun kolaborasi berbasis kepercayaan jangka panjang, sejalan dengan kebutuhan industri nasional akan pasokan baja yang stabil dan berkualitas” lanjut Hernowo.

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |