Jakarta, CNN Indonesia --
Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dari segala bentuk spekulasi dan menghormati proses investigasi kejadian hilang kontak pesawat udara ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT usai jatuh di Gunung Bulusaraung Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sebagai Member Association dari International Federation of Air Line Pilots' Associations (IFALPA), IPI menyatakan berpegang teguh pada etika profesi untuk tidak menyampaikan spekulasi, opini, maupun analisis pribadi dalam bentuk apa pun.
Hal itu semata-mata agar investigasi dapat berjalan secara proporsional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sikap ini merupakan bagian dari etika profesional kita bersama, sebagai bentuk penghormatan kepada para korban serta dukungan moral bagi keluarga awak dan penumpang selama proses investigasi berlangsung," kata Ketua IPI Capt. Muammar Reza Nugraha melalui keterangan persnya, Minggu (18/1).
IPI menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada keluarga, kerabat, serta seluruh pihak yang terdampak atas kejadian tersebut.
"Doa dan simpati kami menyertai seluruh awak dan penumpang, serta seluruh personel yang tengah melaksanakan tugas pencarian dan pertolongan," imbuhnya.
IPI menegaskan fokus utama saat ini adalah mendukung sepenuhnya upaya pencarian dan pertolongan (Search and Rescue), serta memberikan perhatian dan empati kepada keluarga korban.
IPI mendukung penuh BASARNAS beserta seluruh unsur yang terlibat, termasuk TNI, Polri, KNKT, AirNav Indonesia, operator penerbangan, serta instansi terkait lainnya, yang saat ini tengah bekerja secara maksimal, terkoordinasi, dan profesional.
IPI, lanjut Reza, siap memberikan dukungan teknis dan profesional kepada otoritas investigasi keselamatan penerbangan sesuai dengan kewenangan dan permintaan resmi.IPI juga memandang penting agar tidak dilakukan pengungkapan dini terhadap detail, data, maupun rekaman terkait kejadian ini.
Sebab, publikasi prematur berpotensi menimbulkan spekulasi, kesalahpahaman, serta kesimpulan awal yang tidak utuh dan dapat mengganggu upaya peningkatan keselamatan penerbangan.
"Oleh karena itu, investigasi teknis perlu dilaksanakan secara menyeluruh, independen, dan profesional, dengan berpedoman sepenuhnya pada ketentuan ICAO Annex 13," ucap Reza.
Dia menambahkan IPI menerapkan prinsip satu sumber suara (Single Source of Official Communication) dalam penyampaian seluruh bentuk komunikasi kepada publik.
Setiap pernyataan, interpretasi, atau komentar yang mengatasnamakan IPI di luar pernyataan resmi organisasi bukan merupakan sikap resmi IPI, sehingga tidak mewakili dan berada di luar tanggung jawab IPI.
"Kepada rekan-rekan pilot sejawat, Ikatan Pilot Indonesia mengajak untuk tetap profesional dalam menjalankan tugas di tengah situasi ini. Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan dan keselamatan dalam mengemban tugas mulia ini," pungkas Reza.
Sebelumnya, tim SAR gabungan menemukan satu korban tewas akibat insiden pesawat ATR 42-500 menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan korban yang ditemukan diketahui berjenis kelamin laki-laki, sekitar pukul 14.20 WITA.
"Telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki, di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang berlangsung proses evakuasi," kata Arif dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/1).
Menurut Arif, proses pencarian dan evakuasi berlangsung dalam kondisi medan ekstrem dan cuaca yang sangat buruk.
"Sejak pagi hari, tim SAR menghadapi cuaca hujan lebat dan kabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekitar lima meter di puncak. Hal ini berdampak pada pergerakan tim, termasuk sempat terjadi pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan personel," ungkapnya.
Selain itu, tim SAR lainnya kata Arif telah menemukan serpihan pesawat berupa bagian rangka dan kursi.
"SRU 3 juga menemukan sejumlah serpihan pesawat berupa bagian rangka dan kursi, serta mengidentifikasi lokasi mesin pesawat berdasarkan laporan visual dari lapangan," terang Arif.
(ryn/dal)

3 hours ago
1











































