Jakarta, CNN Indonesia --
Oracle bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 20 ribu sampai 30 ribu karyawan dalam gelombang pemangkasan pekerja terbaru.
PHK dilakukan raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) tersebut seiring langkah perusahaan meningkatkan belanja Artificial Intelligence (AI).
Mengutip CNBC International, Oracle telah mulai memberi tahu karyawannya soal rencana PHK ribuan posisi kerja saat perusahaan menghadapi anjloknya harga saham yang terkait dengan komitmen modal besar untuk membangun infrastruktur AI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oracle yang mempekerjakan 162 ribu karyawan per Mei 2025 menolak untuk berkomentar soal rencana PHK massal tersebut.
Seorang analis TD Cowen mengatakan pemangkasan 20 ribu hingga 30 ribu karyawan dapat menghasilkan arus kas bebas tambahan sebesar US$8 miliar atau setara Rp136,17 triliun hingga US$10 miliar atau Rp170,22 triliun.
Adapun bisnis inti Oracle kini jadi sorotan karena pasar khawatir mereka kalah bersaing dengan teknologi AI generatif. Selain itu, investor juga menekan perusahaan terkait utang besar untuk investasi AI dan arus kas yang terus melemah.
Oracle memang mengandalkan pasar utang untuk membiayai ekspansinya. Pada Januari lalu, perusahaan mengumumkan rencana untuk menggalang US$50 miliar atau setara Rp851,1 triliun (asumsi kurs Rp17.020 per dolar) melalui utang dan ekuitas.
Namun dalam laporan keuangan bulan lalu, para eksekutif mengatakan tidak ada lagi rencana untuk menggalang utang pada tahun 2026.
Para eksekutif mengatakan investasi AI mereka akan membuahkan hasil seiring berjalannya waktu.
"Permintaan akan infrastruktur AI, baik GPU maupun CPU, terus melebihi pasokan," kata CEO Oracle Magouyrk dalam panggilan konferensi pendapatan awal bulan ini.
"Hal ini terlihat secara langsung dalam kewajiban kinerja kami yang tersisa sebesar $553 miliar," tambahnya.
(fln/pta)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
3
















































