Separuh Rudal Dipakai Gempur Iran, AS Bisa Rentan Lawan China

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump disebut telah menguras separuh stok rudal-rudal Amerika Serikat untuk menggempur Iran.

Pakar pertahanan dan keamanan Mark F Cancian dan Chris H Park dari Center for Strategic & International Studies (CSIS) memperingatkan stok rudal yang semakin menipis akan membuat AS semakin rentan jika terjadi perang dengan negara kuat lainnya, termasuk China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak tanggung-tanggung, jenis rudal yang digunakan AS dalam operasi miliyer Operation Epic Fury termasuk Tomahawk, Patriot, JASSM, THAAD, dan sejumlah rudal andalan lainnya.

Analisis terhadap tujuh rudal utama yang digunakan Pentagon menunjukkan AS memang masih memiliki cukup rudal untuk melanjutkan perang dengan AS.

"(Namun) Risikonya terletak pada perang di masa depan yang akan terus berlanjut selama bertahun-tahun," demikian tulis dari Mark Cancian dan Park dalam laporan CSIS.

Cancian dan Park mendasarkan datanya pada pemakaian tujuh jenis rudal AS yang sudah digunakan Washington dalam perang selama 39 hari dengan Iran sebelum gencatan senjata. Mereka memperkirakan bahwa AS telah menghabiskan lebih dari setengah persediaan rudal-rudal tersebut.

"Membangun kembali persediaan hingga tingkat sebelum perang untuk ketujuh amunisi tersebut akan memakan waktu satu hingga empat tahun seiring dengan pengiriman rudal yang sedang dalam proses produksi," tulis Cancian dan Park.

"Rudal-rudal ini juga akan sangat penting untuk potensi konflik di Pasifik Barat," papar mereka.

Bahkan sebelum perang Iran, persediaan senjata dianggap Cancian dan Park tidak cukup untuk menghadapi rival dari negara yang kekuatannya setara.

"Kekurangan itu kini semakin akut dan membangun persediaan hingga tingkat yang memadai untuk perang dengan China akan membutuhkan waktu tambahan," tulis Cancian dan Park.

Penyusutan jumlah persediaan rudal juga akan memengaruhi pasokan rudal Patriot, Terminal Rudal Pertahanan Udara (THAAD), hingga Rudal Serangan Berpresisi (PrSMs) dari AS ke Ukraina dan sekutu serta mitra lainnya yang menggunakannya.

AS juga disebutnya akan bersaing keras dengan negara-negara yang ingin menambah dan memperluas persediaan rudal-rudal mereka.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |