Viral Guyonan Pastor Irlandia Doakan Trump: Semoga Tuhan Mengambilnya

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pastor di Irlandia viral setelah videonya yang terdengar berguyon mendoakan agar Tuhan mengambil Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebar di media sosial.

Dalam sebuah klip yang tersebar di media sosial, terlihat seorang pastor tengah berkhotbah di depan para jemaat mengenai perang di Iran. Belum diketahui nama pastor tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan itu, sang pastor menyerukan doa dan harapan untuk perdamaian di tengah situasi yang penuh ujian ini. Ia juga terdengar menyinggung krisis di Asia Barat dan dampak perang Iran yang dipicu serangan AS pada 28 Februari lalu terhadap dunia.

Namun, yang memicu perhatian adalah pastor yang tidak diperlihatkan dalam video tersebut juga terdengar melayangkan harapan agar Trump cepat pergi dari dunia ini.

"Perang ini sedang terjadi, dan itu sungguh keterlaluan," ujar pastor tersebut yang terdengar dalam klip berdurasi 14 detik itu.

"Kita berdoa untuk perdamaian, dunia berdoa untuk Donald Trump, semoga Tuhan mengambilnya," paparnya menambahkan.

Ucapan itu langsung memicu gelak tawa jemaat yang hadir. Bahkan, sejumlah orang langsung mengamini harapan pastor tersebut.

Sang pastor kemudian segera menambahkan klarifikasi:

"...agar Tuhan mengambil (mengangkat) penderitaannya."

[Gambas:Video CNN]

Dikutip Wion, misa dan ucapan pastor tersebut membuat banyak orang tertawa, terutama karena tindakan Trump terkait Iran sedang menuai kritik luas di berbagai negara dan dari banyak pemimpin dunia.

Trump sebelumnya membuat ancaman mengejutkan kepada Iran, menyebut mereka "orang-orang gila" dan memperingatkan bahwa "sebuah peradaban utuh akan mati malam ini", yang merujuk kepada bangsa Iran.

Selain itu, sejumlah anggota parlemen AS dan pengamat juga menyuarakan kekhawatiran mengenai kondisi mental Trump, sementara seruan untuk memakzulkannya semakin menguat.

Ucapan sang pastor memicu banyak reaksi di media sosial. Alih-alih menuai kecaman dan protes, sebagian besar netizen justru mendukung pernyartaan pastor tersebut dan meminta "jangan terlalu serius dan anggap saja lelucon."

Seorang pengguna menulis: "Seperti kata MAGA, itu cuma bercanda, santai saja!"

Pengguna lain menambahkan: "Ratusan juta orang di seluruh dunia mendoakan hal yang sama."

Sebagian besar komentar bernada humor, banyak yang menyiratkan bahwa dunia sedang menderita karena ulah presiden Amerika tersebut.

"Jangan ancam saya dengan pesta perayaan, Pastor," tulis seorang netizen.

Yang lain berkata: "Dia mengatakan apa yang diinginkan 99,9% dunia. Orang baik."

"Tuhan baru saja memberi pastor itu kenaikan gaji," tutur komentar lainnya.

Seorang pengguna lain menulis: "Atas nama warga Amerika yang masih waras: AMIN!"

Trump vs umat Kristiani

Insiden ini terjadi kala Trump juga banyak dikecam oleh umat Kristiani setelah mengunggah gambar dirinya dengan AI sebagai Yesus Kristus. Unggahan itu memicu kecaman bukan hanya dari lawan politiknya, tetapi juga dari pendukung MAGA sendiri yang mayoritas konservatif.

Ia kemudian menghapus gambar buatan AI tersebut setelah menuai kontroversi.

Insiden itu kembali memunculkan spekulasi bahwa Trump sedang tidak sehat secara mental dan seharusnya mundur dari jabatan presiden. Pernyataannya yang sering berubah-ubah juga menimbulkan kegelisahan dan kepanikan global.

Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan meminta Trump "tidak berbicara setiap hari."

Dalam kunjungannya ke Korea Selatan, Macron berkata "jika Anda ingin serius, Anda tidak mengatakan hal yang berlawanan setiap hari dari apa yang Anda katakan sehari sebelumnya. Dan mungkin Anda sebaiknya tidak berbicara setiap hari."

Ucapan itu dianggap sebagai sindiran terhadap sikap Trump yang terus berubah soal perang Iran.

Para anggota parlemen Demokrat juga mendorong Partai Republik agar menekan Trump untuk mundur dari jabatan presiden Amerika Serikat.

Selain itu, Trump juga sempat berapi-api menanggapi kritikan Paus Leo XIV soal perang AS ke Iran.

Trump bahkan menilai Paus Leo XIV sebagai lemah dan mendukung Iran. Ia juga berani mengeklaim bahwa paus asal AS tersebut tidak akan terpilih jika bukan dirinya yang menjadi presiden Negeri Paman Sam.

Pernyataan tantrum Trump terhadap Paus Leo XIV itu bahkan memicu perselisihan dengan negara sekutu seperti Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |