Sholat Idul Fitri Jam Berapa? Ini Waktu Pelaksanaannya

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Jumat, 20 Mar 2026 05:09 WIB

Masih banyak yang bertanya-tanya jam berapa sebenarnya sholat Idul Fitri dilaksanakan. Simak penjelasannya berikut ini. Ilustrasi. Masih banyak yang bertanya-tanya jam berapa sebenarnya sholat Idul Fitri dilaksanakan. (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pada tanggal 1 Syawal umat muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri sekaligus mengamalkan sholat Id pada pagi hari sejak matahari terbit. Meski dilakukan setiap tahun, masih banyak yang bertanya-tanya, sholat Idul Fitri jam berapa sebenarnya dimulai?

Pertanyaan ini sering muncul karena waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri tidak sama dengan waktu sholat wajib lainnya. Selain itu, waktu pelaksanaannya juga bisa berbeda di setiap daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sholat ini memiliki keutamaan besar dan dilaksanakan secara berjemaah di masjid atau lapangan terbuka. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami waktu yang tepat agar dapat melaksanakan ibadah ini dengan benar.

Dikutip dari NU Online, berikut penjelasan mengenai sholat Idul Fitri jam berapa dimulai beserta tata cara pelaksanaannya sesuai syariat Islam.

Sholat Idul Fitri jam berapa?

Sholat Idul Fitri merupakan sholat sunnah yang dilaksanakan pada pagi hari tanggal 1 Syawal. Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam setelah menyelesaikan puasa Ramadan selama sebulan penuh.

Para ulama menganjurkan agar sholat Idul Fitri dilaksanakan secara berjemaah. Lalu, jam berapa tepatnya sholat Idul Fitri mulai dilaksanakan? Para ulama memiliki beberapa pendapat mengenai awal waktu pelaksanaan sholat Id.

Pendapat pertama dijelaskan oleh Muhyiddin Syarf An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab. Dalam kitab tersebut disebutkan, waktu sholat Idul Fitri dimulai sejak matahari terbit, tetapi yang paling utama adalah menunggu hingga matahari naik setinggi satu tombak.

وَفِى اَوَّلِ وَقْتِهَا وَجْهَانِ (اَصَحُّهُمَا) وَبِهِ قَطَعَ الْمُصَنِّفُ وَصَاحِبُ الشَّامِلِ وَالرُّويَانِىُّ وَآخَرُونَ اَنَّهُ مِنْ اَوَّلِ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَالْاَفْضَلُ تَأْخِيرُهَا حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ قَدْرَ رَمْحٍ

Artinya: "Mengenai waktu awal pelaksanaan sholat Id terdapat dua pendapat. Pendapat yang paling sahih, dan ditegaskan pengarang kitab Al-Muhadzdzab (Abu Ishaq Asy-Syirazi), penulis kitab Asy-Syamil, Ar-Ruyani dan ulama yang lain adalah bahwa awal waktu pelaksanaan sholat Id mulai dari terbitnya matahari. Yang paling utama adalah menangguhkan sholat Id sampai naiknya matahari seukuran satu tombak."

Pendapat kedua menyebutkan, waktu sholat Id dimulai ketika matahari sudah naik. Pendapat ini disampaikan oleh Al-Bandaniji dan Abu Ishaq Asy-Syirazi dalam kitab At-Tanbih.

وَالثَّانِيُّ) أَنَّهُ يَدْخُلُ بِارْتِفَاعِ الشَّمْسِ وَبِهِ قَطَعَ البَنْدَنيِجِيُّ وَالْمُصَنِّفُ فِي التَّنْبِيهِ وَهُوَ ظَاهِرُ كَلَامِ الصَّيْدَلَانِىُّ وَالْبَغَوِىُّ وَغَيْرُهُمَا

Artinya: "Pendapat kedua menyatakan bahwa masuknya waktu shalat Id adalah ketika naiknya matahari. Pendapat ini ditegaskan oleh Al-Bandaniji dan Abu Ishaq Asy-Syirazi dalam kitab At-Tanbih. Pendapat ini zhahirnya adalah ucapan Ash-Shaidalani, Al-Baghawi dan selain keduanya."

Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan, waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri dimulai setelah matahari terbit pada pagi hari dan berakhir ketika matahari tergelincir atau memasuki waktu Dzuhur.

Di Indonesia sendiri, waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri umumnya dimulai sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 pagi.

Oleh karena itu, bagi umat Islam yang masih bertanya jam berapa sholat Idul Fitri dimulai, rentang waktu tersebut biasanya menjadi waktu yang paling umum digunakan oleh masjid atau lapangan tempat pelaksanaan sholat Id.

Namun, jadwal pastinya bisa berbeda di setiap daerah karena menyesuaikan dengan waktu terbitnya matahari. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperhatikan pengumuman dari masjid setempat agar tidak melewatkan waktu sholat Idul Fitri.

Demikian penjelasan waktu sholat Idul Fitri dan tata cara pelaksanaannya. Umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih baik dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Sholat Idul Fitri bukan hanya menjadi penutup ibadah Ramadan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur umat Muslim dalam menyambut hari kemenangan.

(gas/rti)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |