Ternyata GERD bisa Bikin Telinga Berdenging, Kok Bisa?

7 hours ago 1

CNN Indonesia

Senin, 11 Mei 2026 10:45 WIB

Telinga berdenging ternyata bisa jadi salah satu gejala yang muncul saat GERD atau asam lambung kambuh. Bagaimana bisa? Ilustrasi. Telinga berdenging ternyata bisa jadi salah satu gejala yang muncul saat GERD atau asam lambung kambuh. (iStock/Nes)

Jakarta, CNN Indonesia --

Telinga berdenging ternyata bisa menjadi salah satu gejala yang muncul saat GERD atau asam lambung kambuh. Naiknya asam lambung dapat memengaruhi telinga tengah hingga memicu tinnitus atau sensasi berdenging di telinga.

GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan gangguan pencernaan ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala seperti dada terasa panas, tenggorokan asam, suara serak, batuk kronis, hingga sulit menelan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Medical News Today, cairan asam lambung yang naik ke kerongkongan diduga dapat mencapai telinga tengah. Paparan cairan lambung tersebut dapat membuat lapisan pelindung telinga menjadi lebih rentan mengalami kerusakan dan akhirnya memicu tinnitus.

Tinnitus sendiri merupakan kondisi ketika seseorang mendengar bunyi denging, desisan, dengungan, atau klik tanpa adanya sumber suara dari luar. Kondisi ini dapat terjadi di satu atau kedua telinga.

Salah satu penelitian tahun 2015 yang melibatkan 50 peserta dengan gangguan saluran eustachius menemukan bahwa GERD dapat menyebabkan gejala pada laring atau pangkal tenggorokan. Kondisi ini disebut sebagai refluks laringitis.

Dalam penelitian tersebut, peneliti menjelaskan bahwa cairan lambung di area laring berpotensi memicu berbagai masalah yang berkaitan dengan telinga, seperti:
- gangguan tekanan telinga tengah,
- sinusitis,
- infeksi telinga,
- gangguan pendengaran,
- tinnitus.

Peneliti juga memperkirakan sekitar 4 hingga 10 persen pasien yang datang ke dokter THT mengalami gejala yang berkaitan dengan GERD.

Mengutip dari Drugs, penelitian yang dipublikasikan oleh Hebei Chinese Medical University di Shijiazhuang menyebut bahwa potensi efek GERD dapat memicu penyakit gangguan pendengaran seperti Meniere, disfungsi vestibular, dan tinnitus.

Selain itu, sejumlah studi lain menemukan bahwa GERD dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran akibat paparan cairan lambung pada area telinga tengah.

Kenapa asam lambung bisa memengaruhi telinga?

Telinga, hidung, dan tenggorokan saling terhubung melalui saluran tertentu. Saat asam lambung naik hingga tenggorokan secara terus-menerus, area di sekitar saluran tersebut bisa mengalami iritasi dan peradangan.

Kondisi ini dapat mengganggu fungsi saluran eustachius, yaitu saluran yang membantu menyeimbangkan tekanan telinga. Jika terganggu, seseorang bisa mengalami telinga terasa penuh, nyeri, pendengaran menurun, atau muncul denging di telinga.

Telinga berdenging akibat GERD biasanya muncul bersamaan dengan gejala refluks asam lambung lainnya, seperti:
- rasa panas di dada (heartburn),
- tenggorokan terasa pahit atau asam,
- batuk kronis,
- suara serak,
- sensasi mengganjal di tenggorokan.

Pada beberapa orang, tinnitus juga bisa terasa lebih sering muncul setelah makan berlebihan atau saat berbaring setelah makan. Karena berkaitan dengan refluks asam lambung, penanganan tinnitus biasanya difokuskan untuk mengontrol GERD.

Dokter umumnya memberikan obat golongan proton pump inhibitor (PPI), seperti omeprazole, untuk membantu mengurangi produksi asam lambung. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi sakit maag dan refluks asam.

Menurut sejumlah penelitian, obat PPI dapat membantu mengurangi paparan asam lambung pada telinga tengah sehingga berpotensi mencegah gangguan telinga dan pendengaran.

Selain obat, perubahan gaya hidup juga penting dilakukan, seperti tidak langsung berbaring setelah makan, menghindari makan dalam porsi besar, mengurangi konsumsi makanan pedas dan berlemak, membatasi asupan kafein, hingga menjaga pola tidur serta berat badan.

Jika telinga berdenging berlangsung terus-menerus dan disertai gejala GERD lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

(nga/asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |