Jakarta, CNN Indonesia --
Produk Pintu Futures milik PT Pintu Kemana Saja (PINTU) mencatatkan pertumbuhan Monthly Trading Users (MTU) hampir 500 persen secara year-on-year (YoY) pada kuartal IV tahun 2025 dibandingkan periode yang sama di 2024. Hal ini dinilai memperlihatkan bahwa perdagangan derivatif kripto kian diminati oleh masyarakat Indonesia.
Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad menyatakan, volume trading perdagangan derivatif kripto di Pintu Futures pada periode yang sama turut meningkat hingga lebih dari 370 persen.
"Bahkan masih dalam periode tersebut, frekuensi perdagangan juga ikut naik lebih dari 300 persen. Kenaikan lainnya juga diperlihatkan dari pengguna aktif yang turut meningkat sebesar 226 persen, serta frekuensi deposit naik lebih dari 450 persen," kata Iskandar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, perdagangan derivatif crypto membuka kesempatan bagi trader untuk mengoptimalkan strategi trading dalam berbagai kondisi pasar.
"Trader dapat mengambil posisi long maupun short sesuai dengan analisis dan strategi masing-masing. Selain itu, kami juga menyediakan platform edukasi gratis melalui Pintu Academy yang dapat diakses melalui situs pintu.co.id maupun aplikasi PINTU, sebagai bekal bagi trader sebelum melakukan perdagangan futures atau derivatif kripto," tutur Iskandar.
Dalam melengkapi perjalanan trading derivatif kripto, Pintu Futures juga dilengkapi berbagai fitur unggulan yang memberikan kemudahan trading. Fitur-fitur tersebut termasuk advanced order type, initial margin buffer, adjustable leverage hingga 25 kali, price protection, hingga Take Profit dan Stop Loss.
Kemudian, Pintu Futures juga menyediakan beragam pilihan token, di mana pengguna bisa melakukan trading lebih dari 180 aset kripto.
"Untuk terus mendorong peningkatan trading di Pintu Futures, kami memberikan reward dalam bentuk stablecoin USDT hingga Rp2 juta bagi pengguna PINTU yang melakukan trading pertama kali di Pintu Futures. Kami optimis, berbagai inisiatif dan produk inovatif yang kami hadirkan, dapat terus menarik minat masyarakat Indonesia terhadap perdagangan derivatif kripto menggunakan aplikasi yang terdaftar resmi di Indonesia," ujar Iskandar.
Mengutip Coinglass, di sepanjang 2025, tercatat total perdagangan derivatif kripto secara global mencapai US$85,70 triliun atau sekitar Rp1.445 kuadriliun.
Iskandar menilai, ruang pertumbuhan masih sangat besar. Terlebih secara nasional, bursa kripto CFX menyatakan, perdagangan derivatif kripto pada September 2024 sampai September 2025 baru mencapai Rp73,8 triliun. Menurutnya, masyarakat telah memahami bahwa derivatif kripto bersifat high risk high return.
"Untuk itu, persiapan yang matang sangat penting sebelum melakukan trading futures crypto, perketat manajemen risiko, dan terpenting adalah Do Your Own Research (DYOR) karena semua keputusan investasi atau trading adalah tanggung jawab setiap trader atau investor," pungkas Iskandar.
(rea/rir)

3 hours ago
3

















































