Trump Tak Mau Negosiasi, Singgung Pemimpin Iran Bisa Habis

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan tidak tertarik membuka negosiasi dengan Iran di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat. Ia bahkan menyinggung kemungkinan perang hanya akan berakhir jika militer Iran hancur dan para pemimpinnya tidak lagi tersisa.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Sabtu (waktu setempat). Menurutnya, kampanye serangan udara yang berlangsung saat ini berpotensi membuat proses diplomasi tidak lagi relevan.

"Pada suatu titik, mungkin tidak akan ada lagi siapa pun yang tersisa untuk mengatakan 'kami menyerah'," kata Trump, mengutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu muncul ketika konflik antara Israel dan Iran memasuki pekan kedua, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan. Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tersebut telah memicu ketegangan luas di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mencoba meredakan ketegangan dengan negara-negara tetangga di kawasan Teluk. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara yang terdampak serangan Iran terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di wilayah mereka.

"Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terkena dampak tindakan Iran," ujar Pezeshkian.

Ia juga meminta negara-negara tersebut tidak ikut bergabung dalam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Namun, Pezeshkian menegaskan bahwa tuntutan Trump agar Iran menyerah tanpa syarat merupakan "sebuah mimpi". Ia menyatakan dewan kepemimpinan sementara Iran telah sepakat menangguhkan serangan ke negara-negara tetangga, selama serangan terhadap Iran tidak berasal dari wilayah mereka.

Pernyataan tersebut memicu perdebatan politik di dalam negeri Iran. Beberapa kelompok garis keras mengkritik permintaan maaf tersebut, meski pejabat tinggi Iran menegaskan tidak ada perpecahan dalam pemerintahan terkait strategi menghadapi perang.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pidato yang disiarkan televisi, mengatakan anggota Korps Garda Revolusi Iran yang memilih menyerah tidak akan diserang.

Sementara itu, ketegangan juga merembet ke wilayah lain. Ledakan terjadi di kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Oslo, Norwegia, pada Minggu dini hari. Polisi setempat melaporkan ledakan tersebut hanya menyebabkan kerusakan ringan dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Penyebab ledakan masih diselidiki, dan belum diketahui pihak yang bertanggung jawab.

Konflik juga berdampak pada negara-negara Teluk. Saudi Arabia dilaporkan memperingatkan Teheran bahwa serangan berkelanjutan terhadap wilayah kerajaan dan sektor energinya dapat memicu respons balasan.

Kementerian pertahanan Saudi menyebut pihaknya berhasil menggagalkan serangan drone yang menargetkan kawasan diplomatik di ibu kota Riyadh.

Serangan juga dilaporkan terjadi di beberapa fasilitas energi di kawasan tersebut. Militer Kuwait menyatakan tangki penyimpanan bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait menjadi sasaran serangan drone.

Di dalam Iran, sejumlah depot bahan bakar dilaporkan terkena serangan di beberapa wilayah, termasuk kota Karaj yang berada di barat Tehran.

Korps Garda Revolusi Iran juga mengklaim telah meluncurkan drone yang menargetkan pusat operasi udara Amerika Serikat di dekat Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, meski klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Konflik semakin meluas setelah kelompok milisi Hizbullah yang bersekutu dengan Iran meluncurkan serangan lintas perbatasan ke Israel. Israel kemudian meningkatkan serangan udara ke posisi Hizbullah di Lebanon.

Pemerintah Israel bahkan memperingatkan Lebanon akan menghadapi "harga yang sangat mahal" jika tidak mengekang aktivitas milisi Hizbullah.

Serangan Israel telah menghancurkan sejumlah bangunan di pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah. Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut korban tewas akibat serangan Israel sejak awal pekan mencapai sekitar 300 orang.

Sementara itu, duta besar Iran untuk PBB menyatakan serangan Amerika Serikat dan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.332 warga sipil Iran serta melukai ribuan lainnya.

Di pihak lain, serangan Iran dilaporkan menewaskan 10 orang di Israel dan sedikitnya enam personel militer Amerika Serikat.

Perang yang terus meluas ini juga mengguncang pasar global. Harga energi melonjak tajam setelah jalur vital pengiriman minyak dunia, Selat Hormuz, praktis tertutup akibat konflik.

Sejumlah negara produsen minyak seperti Kuwait, Irak, dan Qatar bahkan mulai mengurangi produksi energi mereka, memperburuk ketidakpastian pasokan global.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |