Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda pelaksanaan ancamannya terhadap Iran.
Hal itu dilakoninya setelah pembicaraan yang diklaimnya sedang dilakukan antara AS dan Iran. Dalam pernyataannya pada Senin (23/3), menurut Trump pembicaraan dengan Iran itu 'sangat baik' untuk mengakhiri perang Timur Tengah yang telah berlangsung selama sekitar tiga pekan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump pun menegaskan menunda ancaman serangan AS terhadap pembangkit listrik Iran. Dia menantikan langkah selanjutnya, sehingga memutuskan menunda pelaksanaan ancamannya selama lima hari ke depan.
Lewat unggahan di akun media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengklaim "percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah" dengan Iran itu telah digelar selama dua hari terakhir.
"Berdasarkan nada dan isi percakapan mendalam, terperinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu, saya telah menginstruksikan departemen perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," katanya dengan huruf kapital di halaman Truth Social miliknya seperti dikutip dari AFP.
Namun, di sisi lain, dari pihak Iran membantah soal kontak antara pemerintah Negara Para Mullah itu dengan Trump.
Mengutip dari Aljazeera, media massa yang terafiliasi pemerintah Iran, Tasmin, menulis dengan tajuk 'Trump mundur!'.
Sementara itu Kedutaan Besar Iran di Afghanistan mencibir bahwa Trump menahan diri atas peringatan negaranya.
Kantor berita Iran, Fars, mengutip sumber di pemerintah yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa belum ada kontak langsung dengan Presiden AS Donald Trump. Sumber tersebut membantah adanya komunikasi yang diklaim Trump telah berlangsung dua hari terakhir.
Sumber tersebut mengklaim Trump "mundur" setelah diperingatkan bahwa Iran akan menargetkan pembangkit listrik di seluruh Teluk dan di Israel.
Namun, klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen, dan belum ada komentar langsung dari pejabat Iran
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait pengumuman Trump itu.
Sementara itu Israel, dikutip dari Aljazeera, mengumumkan meluncurkan gelombang serangan lain ke Teheran, ibu kota Iran.
(afp/kid)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
8

















































