Feby Novalius
, Jurnalis-Senin, 12 Januari 2026 |20:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, untuk senantiasa menjaga integritas. (Foto: Okezone.com/Setpres)
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, untuk senantiasa menjaga integritas dalam memimpin perusahaan energi pelat merah tersebut. Apalagi, Pertamina merupakan perusahaan strategis dengan valuasi mencapai USD 100 miliar.
"Saya angkat Saudara Simon dengan beberapa anak muda. Saya beri tugas, jangan korupsi, jangan mencari kekayaan di atas kepercayaan ini. Direktur Utama Pertamina sangat strategis, Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan bernilai USD 100 miliar," tegas Prabowo saat Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Prabowo mengatakan, godaan ke depan tentu akan semakin banyak. Oleh karena itu, Direktur Utama Pertamina beserta seluruh jajaran harus tetap teguh memegang prinsip.
"Saya beri wewenang seluas-luasnya. Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat. Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat, harus tega. Tidak ada itu. Banyak anak muda yang hebat-hebat, cari," kata Prabowo.
Prabowo mengakui bahwa kesalahan bisa saja terjadi. Ia pun tidak menutup-nutupi persoalan yang selama ini terjadi di Pertamina dan menjadi sorotan publik.
"Kita akui, beberapa tahun belakangan rakyat merasa terjadi salah manajemen dan praktik tidak sehat di Pertamina, termasuk dalam pengaturan SDM. Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti, orang-orang Indonesia pintar-pintar tetapi serakah, yang memilih impor dari luar. Dengan impor itu mereka memanipulasi harga dan mengambil keuntungan, sehingga ada segelintir orang menjadi kaya raya di atas penderitaan rakyat. Karena itu, ketika saya menjadi presiden, saya bertekad membersihkan Pertamina," ujarnya.

















































