Wako Tegaskan WC Pasar Atas Gratis, Warga Diminta Laporkan Pungli

1 day ago 2

BUKITTINGGI, METRO–Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menegaskan tidak ada pungutan liar dalam penggunaan fasilitas umum, termasuk toilet (WC) yang berada di kawasan Pasar Atas. Ia memastikan seluruh WC umum­ yang disediakan Pemerintah Kota Bukittinggi dapat diguna­kan secara gratis oleh ma­syarakat maupun wisa­tawan.

Penegasan tersebut disampaikan Ramlan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Atas Bukittinggi, baru-baru ini. Dalam kesempatan itu, ia meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya oknum petugas yang melakukan pungutan liar.

“Tidak ada pungutan apa pun untuk penggunaan WC di Pasar Atas. Semua sudah kami gratiskan. Kalau ada petugas yang kedapatan meminta uang, silakan laporkan langsung kepada kami, akan kami tindak tegas,” ujar Ramlan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi tidak membenarkan praktik pungutan liar dalam bentuk apa pun, apalagi terhadap wisatawan yang datang berkunjung. Menurutnya, tindakan tersebut dapat merusak citra Bukittinggi sebagai kota tujuan wisata.

“Kami tidak membenarkan masyarakat atau wisatawan dimintai uang kebersihan atau pungutan lain saat mengguna­kan WC umum. Hal itu jelas tidak sesuai dengan aturan. Jangan sungkan untuk melapor, bahkan langsung kepada wali kota,” tegasnya.

Selain persoalan WC umum, Ramlan juga menyoroti penataan parkir di sekitar Pasar Atas. Ia memastikan ke depan sistem parkir akan dibe­na­hi dan ditata kembali agar lebih tertib dan nyaman.

“Di masa pemerintahan sa­ya bersama Wakil Wali Kota, kami tidak main-main dengan hal seperti ini. Kalau tidak ada gerak cepat dari pemerintah, perputaran ekonomi dan citra kota wisata akan menurun. Ini tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Ramlan menambahkan, komitmen untuk membenahi tata kelola pemerintahan, khususnya di kawasan strategis wisata, telah menjadi bagian dari visi dan misi yang diusung sejak masa kam­panye.

“Tempat-tempat yang sering dikunjungi wisatawan harus kita benahi. Kita ingin wisatawan merasa aman, nyaman, dan puas saat berkunjung ke Bukittinggi, sehingga mereka ingin datang kembali,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak keberatan menerima kritik atas langkah atau kebijakan yang diambil, selama keputusan tersebut bertujuan untuk kepentingan masyarakat luas.

“Tidak ada persoalan bagi kami jika ada pihak yang tidak senang atau mengkritik. Terobosan dan keputusan yang kami ambil semata-mata untuk semua lapisan masyarakat, terutama dalam memberikan pelayanan prima kepada wisa­tawan, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu,” imbuhnya.

Ramlan mengungkapkan, berbagai masukan dari kepala OPD serta tokoh masyarakat di Kota Bukittinggi telah dihimpun dan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan ke depan.

“Semua masukan dan po­kok-pokok pemikiran itu sudah kami tampung. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis Bukittinggi bisa menjadi kota yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Bukittinggi tengah me­mi­kirkan berbagai strategi agar Pasar Atas kembali ramai dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal, nasional, maupun mancanegara. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun daerah lain.

“Jika kunjungan wisatawan terus meningkat, otomatis perputaran ekonomi pedagang di Pasar Atas juga akan meningkat. Kalau itu terjadi, tentu ekonomi masyarakat kita akan ikut terdongkrak,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Ram­lan mengajak seluruh ma­sya­rakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam memajukan Kota Bukittinggi.

“Kami membutuhkan dukungan penuh masyarakat. Mari kita bersatu memajukan Bukittinggi. Jika ada hal yang tidak baik, mari kita cegah bersama. Sebaliknya, jika ada hal positif demi kemajuan kota ini, mari kita dukung bersama-sama,” pung­kas­nya. (pry)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |