Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah elemen mahasiswa melakukan unjuk rasa di kantor Kemendiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (4/5). Dalam demonstrasi tersebut, massa yang ditemui oleh Wamendiktisaintek, Fauzan, menyampaikan 7 tuntutan.
Fauzan menemui massa mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia (UI), BEM SI Kerakyatan, dan Cipayung Plus. Ia juga mengatakan kementerian membuka pintu seluas-luasnya bagi mahasiswa yang hendak berdialog membahas isu-isu perbaikan di bidang pendidikan.
Dalam kesempatan ini juga, dia memastikan tidak ada penghapusan program studi. Sedangkan untuk kasus pelecehan seksual yang belakangan kerap terjadi di lingkungan kampus akan ditindak seadil-adilnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin mencoba meluruskan beberapa isu. Yang pertama, isu terkait penutupan program studi, itu tidak ada. Tidak ada penutupan program studi, ya, itu tidak ada. Yang ada adalah penataan. Artinya penataan itu tidak menutup. Penataan itu memberikan penguatan terhadap program studi-program studi. Dan ini juga tidak hanya persoalan keguruan, tetapi juga program-program studi yang lain," tutur Fauzan di depan Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta Pusat, seperti dikutip detikcom, Senin (4/5).
"Dan kemudian berikutnya terkait dengan pelecehan seksual. Sekali lagi saya menyampaikan kepada Saudara-saudara bahwa pelecehan seksual atau sikap amoral yang lain termasuk korupsi yang ada di lingkungan pendidikan tinggi, maka kita wajib hukumnya menjadi orang yang pertama melakukan pembelaan terhadap hal-hal yang dianggap menyimpang," tambahnya.
Ia juga berjanji semua tuntutan yang hari ini disampaikan oleh mahasiswa akan dicarikan solusinya.
"Apa yang saudara-saudara usulkan, insya Allah kami akan menindaklanjuti. Tentu saja menggunakan mekanisme. Ada yang bisa cepat, tetapi ada juga yang harus menggunakan mekanisme. Tentu ini memerlukan kesabaran, ya,"
"Sehingga Saudara-saudara, saya berpikir, saya berharap, saudara juga dewasa dalam menanggapi situasi ini. Saudara boleh mencatat nomor saya, nomor HP saya. Kapan saja saudara bisa ketemu saya di kantor ini. Ya, saya kira itu," pungkasnya.
Selain itu, sejumlah perwakilan mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutannya. Khususnya BEM SI Kerakyatan, menyodorkan tujuh poin pakta integritas untuk ditandatangani oleh Fauzan mewakili Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Adapun pakta integritas yang ditandatangani Fauzan sebagai berikut:
Pada hari ini, Senin, 4 Mei 2026, dengan ini menyatakan komitmen bersama untuk mewujudkan sistem pendidikan nasional yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat dengan melandaskan pada nilai-nilai konstitusi dan cita-cita keadilan sosial. Sehubungan dengan hal tersebut, kami bersepakat untuk:
1. Menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama negara dalam setiap perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
2. Menghapus segala bentuk komersialisasi dan liberalisasi pendidikan yang bertentangan dengan prinsip keadilan sosial.
3. Mewujudkan pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis sebagai hak fundamental seluruh warga Indonesia.
4. Menjamin transparansi dan akuntabilitas anggaran pendidikan secara terbuka dan dapat diakses oleh publik.
5. Menjamin kebebasan akademik serta ruang berpikir kritis bagi sivitas akademika tanpa intervensi dan tekanan dalam bentuk apa pun.
6. Menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, baik secara struktural maupun kultural. Karena kami tahu bahwasanya seluruh kekerasan seksual atau kekerasan fisik masih ada, di pendidikan tinggi atau pendidikan dasar.
7. Meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan termasuk tenaga honorer, melalui kebijakan yang adil, layak, dan berkelanjutan.
Pakta integritas ini dibuat sebagai bentuk komitmen moral dan politik yang mengikat untuk segera direalisasikan secara konkret, terukur, dan berkelanjutan.
Apabila dalam waktu 2 x 24 jam sejak ditandatanganinya pakta integritas ini tidak terdapat langkah konkret, Aliansi BEM SI Kerakyatan bersama koalisi masyarakat sipil menyatakan akan kembali melakukan aksi massa secara serentak di berbagai wilayah Indonesia dengan jumlah partisipan yang lebih besar.
"Aksi lebih besar sebagai bentuk eskalasi gerakan dan kontrol sosial terhadap penyelenggara pendidikan nasional," ancam mahasiswa.
Demo berakhir dengan kondusif. Massa mahasiswa membubarkan diri sore tadi tak lama setelah hujan mengguyur lokasi aksi.
Mendikti akan konsolidasikan kampus bentuk tim bantu Pemda
Di sisi lain, Mendikti Saintek Brian Yuliarto menemui Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/5).
Ia mengatakan dalam rapat itu, Prabowo meminta Brian memberikan perkembangan atas kemajuan program studi yang bisa membantu Pemerintah Daerah.
"Tadi bapak presiden meminta saya, kami ya, di Kemendikti Saintek, sudah sejauh mana kemajuan jurusan-jurusan yang prodi-prodi dan dosen-dosen yang bisa membantu Pemda," kata Brian usai pertemuan.
Ia menyampaikan Prabowo menginstruksikan agar institusi pendidikan tinggi, khususnya bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan daerah bisa membantu Pemda.
Brian menyampaikan agar kampus-kampus melakukan penelitian yang berguna bagi kemajuan daerah.
"Seperti arsitektur untuk keindahan taman-taman, kemudian teknik lingkungan, teknik mesin untuk sampah, dan sebagainya," ucap dia.
Ia juga menyebut Prabowo berharap agar kampus-kampus memiliki tim peneliti di setiap daerah baik di tingkat provinsi maupun kota/kabupaten. Brian menyampaikan tim itu nantinya akan bertugas seperti asisten bagi kepala daerah dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan di sana.
Ia pun menyebut ke depan, Kemendikti Saintek akan mengkonsolidasikan kampus-kampus untuk membentuk tim dan bisa memberikan masukan ke Pemda.
"Jadi, bagaimana penelitian, pengajaran yang ada di kampus itu relevan dengan kebutuhan yang ada di daerah masing-masing," ucap dia.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/dal)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
6

















































