Butuh Duit Lebih Banyak, OpenAI Uji Coba Iklan di ChatGPT

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

OpenAI mulai menguji penayangan iklan di layanan ChatGPT sebagai upaya meningkatkan pendapatan. Hal ini sekaligus untuk membiayai tingginya biaya pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Perusahaan menyatakan iklan akan ditampilkan kepada sebagian pengguna di Amerika Serikat yang menggunakan layanan gratis serta paket berbiaya rendah ChatGPT Go. Uji coba ini dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

OpenAI menegaskan iklan akan muncul secara terpisah dari jawaban yang dihasilkan ChatGPT. Pengguna paket Plus, Pro, Business, dan Enterprise tidak akan melihat iklan di layanan tersebut.

Perusahaan juga memastikan bahwa iklan tidak akan memengaruhi jawaban yang diberikan ChatGPT. Selain itu, percakapan pengguna tidak akan dibagikan kepada pengiklan.

Langkah ini menandai perubahan besar bagi OpenAI yang sebelumnya mengandalkan pendapatan dari langganan.

Melansir Reuters pada Sabtu (17/1), kebijakan tersebut mencerminkan tekanan yang dihadapi perusahaan untuk meningkatkan pemasukan di tengah belanja besar pada pusat data serta persiapan menuju penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

OpenAI, yang masih mencatatkan kerugian, berencana menghabiskan lebih dari US$1 triliun untuk infrastruktur kecerdasan buatan hingga 2030, meski belum merinci sumber pendanaan rencana tersebut.

Analis menilai iklan berpotensi membuka sumber pendapatan signifikan dari sekitar 800 juta pengguna aktif mingguan ChatGPT. Namun, kebijakan ini juga dinilai berisiko memicu ketidaknyamanan sebagian pengguna dan berpotensi menggerus kepercayaan terhadap produk.

Analis Emarketer, Jeremy Goldman, mengatakan pengguna dapat dengan mudah beralih ke chatbot pesaing seperti Google Gemini atau Claude milik Anthropic jika iklan dirasa mengganggu. Meski demikian, ia menilai langkah OpenAI juga dapat menekan para pesaing untuk memperjelas strategi monetisasi mereka.

OpenAI menegaskan tidak akan menampilkan iklan kepada pengguna di bawah usia 18 tahun. Perusahaan juga berencana memblokir iklan yang berkaitan dengan topik sensitif, seperti kesehatan dan politik.

"Kami berencana untuk menguji iklan di bagian bawah jawaban di ChatGPT ketika ada produk atau layanan yang disponsori yang relevan berdasarkan percakapan Anda saat ini," kata OpenAi dalam keterangannya, Sabtu (17/1).

Sementara itu, paket ChatGPT Go yang pertama kali diluncurkan di India akan tersedia di Amerika Serikat dengan harga US$8 per bulan.

(dmi/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |