Fokus Kasus Penembakan, Mabes TNI Belum Dalami Isu Dugaan Setoran

1 week ago 6

Lampung, CNN Indonesia --

Danpuspom TNI menegaskan komitmen menuntaskan kasus dua anggota TNI terlibat penembakan dan perjudian di arena sabung ayam, yang menewaskan tiga polisi di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negeri Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Sementara itu, terkait isu dugaan setoran perjudian terhadap oknum yang ramai berseliweran di media sosial, tidak menjadi prioritas utama dalam penyelidikan saat ini.

Wakil Sementara (Ws) Danpuspom TNI, Mayjen TNI Eka Wijaya Permana menegaskan institusinya tidak akan terpengaruh oleh spekulasi yang berkembang di publik dan akan tetap berpegang pada proses hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami belum fokus ke arah itu (dugaan setoran), karena kami akan fokus kepada proses hukum penembakan ini," kata Eka di Mapolda Lampung, Selasa (25/3).

Ia pun meminta masyarakat untuk memberikan ruang bagi aparat dalam menyelesaikan kasus ini.

Menurutnya, segala bentuk isu yang berkembang di media sosial, tidak akan mengganggu jalannya penyelidikan.

"Persoalan yang ramai di medsos, itu biarkan dulu. Beri ruang waktu kami, bekerja dalam menyelesaikan persoalan ini. Kami tidak akan main-main, dan akan fokus hanya pada proses hukum yang kami tangani,"jelasnya.

Kapolda Lampung tantang bukti valid

Isu dugaan setoran dari hasil perjudian sebelumnya juga telah disinggung oleh Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika.

Helmy meminta pihak yang menyebarkan informasi tersebut untuk menunjukkan bukti-bukti yang valid agar tidak menyesatkan opini publik.

Menurutnya, narasi tersebut berkembang setelah muncul unggahan di media sosial yang kemudian menjadi konsumsi publik.

"Jika kita merunut lagi jejak digital, itu kan diawali dari media sosial yang menyebutkan ada chat atau percakapan antara Kapolsek dengan Peltu Lubis," ujar Helmy.

Ia menegaskan bahwa segala bentuk informasi yang beredar harus didukung dengan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Kami mengimbau, masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang," katanya.

Tiga polisi di Way Kanan tewas ditembak saat menggerebek judi sabung ayam. Dalam kasus ini dua prajurit TNI yang diduga menembak tiga anggota polisi telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan status tersangka itu diumumkan dalam konferensi pers bersama di Mapolda Lampung, Selasa (25/3), dikutip dari detikSumbagsel.

Dua oknum TNI itu adalah Kopda B dan Peltu L. Mereka ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil investigasi tim gabungan atas peristiwa yang mewarnai penggerebekan area sabung ayam pertengahan bulan ini.

Kopda B disebut sebagai sosok yang melepaskan tembakan. Tersangka lain adalah anggota dari Polda Sumatera Selatan inisial K.

Mengutip dari detikSumbagsel, oknum polisi yang ditetapkan jadi tersangka adalah Bripda Kapri Sucipto (K). Bripda Kapri adalah anggota Brimob Polda Sumatera Selatan (Sumsel), dan saat ini dia sudah ditahan di Mapolda Lampung.

Kasus ini diselidiki oleh tim gabungan investigasi dari Polda Lampung, Pomdam Sriwijaya, Danpom II-3 Lampung, Korem 043 Gatam, Polres Way Kanan dan Kodim 0427 Way Kanan.

Mabes TNI dan Polda Lampung berjanji akan menuntaskan kasus tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu, isu setoran perjudian yang terus bergulir di media sosial menjadi perhatian tersendiri. Meski belum menjadi fokus utama, tidak menutup kemungkinan aparat akan mendalaminya lebih lanjut jika ditemukan bukti yang kuat.

(zai/wis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |