GAC Indonesia Tanggapi Pajak Mobil Listrik: Masih Hemat dari Mobil BBM

2 hours ago 8

Guangzhou, CNN Indonesia --

Salah satu merek China yang beroperasi di Indonesia, GAC, menjelaskan masih menunggu ketentuan pemerintah daerah terkait perubahan regulasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk mobil listrik.

"Wacananya memang sudah ada, tapi ketentuan PKB itu akan ditentukan masing-masing provinsi. Kami sedang menunggu angka pastinya. Selama belum ada angka resmi, kami belum bisa mengumumkan kapan kenaikan tersebut berlaku," ujar CEO GAC Indonesia Andry Cui dalam sesi wawancara eksklusif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 yang berlaku mulai 1 April 2026 menetapkan kendaraan listrik tidak dikecualikan dari beban PKB dan BBNKB seperti aturan sebelumnya. Kendaraan listrik mulai tahun ini kena PKB dan BBNKB, namun besarannya secara teknis tergantung kebijakan pemerintah provinsi.

Meski ada potensi kenaikan, Andry menegaskan pengguna kendaraan listrik tetap akan menikmati penghematan signifikan dibanding mobil bahan bakar minyak (BBM).
Menurut dia variabel penghematan mobil listrik tidak hanya dari pajak, melainkan dari beberapa aspek seperti fluktuasi biaya bahan bakar di tengah konflik Timur Tengah,dan biaya perawatan mesin EV yang lebih murah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inti dari penggunaan EV adalah penghematan biaya. Jika dihitung total, efisiensinya masih unggul 75 persen dibandingkan teknologi sebelumnya," ujar Andri.

Rencana mobil hybrid

Tak hanya bicara soal pajak, GAC juga membocorkan rencana besar di semester kedua tahun ini, termasuk menambah lini produk di Indonesia. Selain kehadiran lini MPV baru, Andry juga berencana membawa teknologi penggerak alternatif seperti plug-in hybrid vehicle (PHEV).

Terkait komitmen lokal, GAC juga tengah mengejar target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen pada tahun depan, naik dari angka saat ini yang berada di kisaran 40 persen. Untuk mencapai target kenaikan 20 persen tersebut, komponen baterai menjadi fokus utama.

"Porsi terbesar untuk meningkatkan konten lokal tentu ada pada baterai. Kami terus mengembangkan relasi jaringan untuk memastikan semua mobil yang diproduksi lokal memenuhi standar tersebut," tutup Andry.

(arf/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |