Gagal Gulingkan Rezim Iran, Kenapa Donald Trump Mau Caplok Kuba?

1 hour ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Belum selesai berperang dengan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah sesumbar mengancam akan mencaplok Kuba.

Rencana itu disampaikan Trump saat AS masih tak kunjung berhasil membuat Iran menyerah dan meruntuhkan rezim Republik Islam yang dipimpin seorang Ayatollah meski telah menggempur negara Timur Tengah itu sejak 28 Februari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump mengatakan kemungkinan akan mengerahkan kapal induk di sekitar lepas pantai untuk menaklukkan Kuba di saat perang dengan Iran masih berlangsung.

"Kuba akan kita rebut segera mungkin. Orang-orang Kubva mendapat masalah," kata Trump dalam acara di West Palm Beach, Florida, Jumat (1/5), dikutip dari Anadolu Agency.

Trump mengatakan akan mengerahkan kapal Angkatan Laut AS yang sedang dalam perjalanan pulang dari Iran ke Kuba.

Trump pun kembali sesumbar bahwa hanya dengan gertakan unjuk kekuatan AS akan membuat Kuba menyerah.

"Mereka akan berkata 'terima kasih banyak. Kami menyerah.' Saya suka menyelesaikan pekerjaan ini," ujar Trump.

Ini bukan ancama pertama Trump terhadap Kuba. Sejak menjabat dia sudah ingin menguasi Kuba. Dalam pidato pelantikan di periode keduanya pada 2025, Trump berjanji bahwa AS "akan sekali lagi menganggap dirinya sebagai negara yang sedang berkembang", termasuk melalui perluasan wilayahnya.

Dia berulang kali merujuk pada kebijakan ekspansionis abad ke-19 seperti manifest destiny dan Doktrin Monroe untuk membenarkan beberapa upayanya. Dia bahkan mengaitkan merek pribadinya, menyebut rencananya untuk Belahan Bumi Barat sebagai "Doktrin Donroe".

Berdasarkan laman The Atlantic, pemerintahan Trump sudah menekan Kuba hingga ke titik kritis, dan tampaknya bersedia terlibat dalam konfrontasi di laut lepas yang sangat mengingatkan pada Perang Dingin.

Apa Maunya Trump?

The Atlantic secara gamblang menggambarkan tujuan Donald Trump tampaknya adalah untuk menempatkan kepemimpinan yang lebih mudah diajak kerja sama di Havana.

Beberapa waktu lalu, ia mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa ia yakin akan mendapat "kehormatan untuk mengambil alih Kuba," sambil menambahkan: "Apakah saya membebaskannya, mengambilnya, saya pikir saya dapat melakukan apa pun yang saya inginkan dengannya."

Gedung Putih memperkirakan bahwa kesulitan ekonomi ekstrem di pulau itu akan memberikan pengaruh yang dibutuhkan Trump untuk memaksa Havana tunduk. Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel, secara terbuka mengakui adanya diskusi antara kedua pemerintah pekan lalu dan menjanjikan serangkaian reformasi yang bertujuan untuk menenangkan Washington, sebuah konsesi yang menunjukkan urgensi krisis domestik dan kerentanan rezim tersebut.

Ekonomi Kuba, yang sudah terkikis oleh salah urus, ideologi ekonomi komunis, sanksi, dan berakhirnya subsidi minyak dari Venezuela, kini tersiksa oleh pemadaman listrik di seluruh pulau dan kekurangan pangan. Setelah pandemi virus corona, lebih dari 1 juta orang meninggalkan pulau itu-sekitar 10 persen dari populasi Kuba. Gelombang lain mungkin akan datang jika pulau itu tidak menerima bantuan ekonomi.

Kesulitan Kuba menjadi kesempatan Trump untuk menguasai Kuba.

"Pemerintah Kuba sedang berbicara dengan kami, dan mereka sedang dalam masalah besar, seperti yang Anda ketahui. Mereka tidak punya uang. Mereka tidak punya apa-apa saat ini, tetapi mereka sedang berbicara dengan kami," kata Trump kepada wartawan Jumat lalu (1/5)

"Dan mungkin kita akan melakukan pengambilalihan Kuba secara damai. Kita bisa saja akhirnya melakukan pengambilalihan Kuba secara damai."

Trump telah mendorong perubahan rezim di pulau Karibia yang dipimpin komunis itu selama dua bulan terakhir, menggunakan tekanan ekonomi dan diplomatik.

Dalam pidatonya hari Jumat, Trump menegaskan kembali pendiriannya bahwa Kuba adalah "negara yang gagal" yang berada di ambang kehancuran.

"Sejak kecil, saya sudah mendengar tentang Kuba, dan semua orang ingin ada perubahan, dan saya bisa melihat hal itu terjadi," kata Trump.

(imf/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |