Jakarta, CNN Indonesia --
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia mulai menerima sumber bahan baku baru dari negara tetangga, Malaysia. Hal ini lantaran terjadi kendala pengiriman pasokan imbas perang di Timur Tengah.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan bahan baku dari negara tetangga berasal dari Petronas. Namun, baru sebagian industri saja yang menerima, belum sepenuhnya pelaku usaha dalam negeri menerima.
"Dari anggota kami, sudah ada yang mendapatkan sebagian kecil dari Petronas," ujar Jemmy dalam Pembukaan Indo Intertex di JIExpo Kemayoran, Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kelangkaan bahan baku tidak hanya terjadi di Indonesia. Hampir semua negara merasakan, sehingga memang ketika ada stok terjadi perebutan.
Kendati, ia optimis pemerintah akan berupaya membantu pelaku usaha untuk mencari alternatif asal sumber bahan baku lain.
"Pemerintah pasti mencari sumber-sumber rantai pasok baru yang bisa menyuplai kebutuhan industri di dalam negeri," katanya.
Dalam kesempatan ini, Dirjen Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Taufiek Bawazier mengungkap pemerintah telah menjalin komunikasi dengan beberapa negara untuk mencari alternatif sumber bahan baku bagi industri.
Hanya saja, Taufiek belum bisa membeberkan negara terkait karena proses pendekatan masih berjalan.
"Ada negaranya (kita ajak komunikasi), tapi mereka industrinya belum bisa diungkap. Jadi masih agak confidential," tegas Taufiek.
(ldy/sfr)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
1
















































