Tangguh Yudha
, Jurnalis-Rabu, 26 Maret 2025 |11:01 WIB
Ormas Minta THR ke Pabrik, Wamenaker: Berantas Aksi Premanisme yang Meresahkan (Foto: Okezone)
JAKARTA - Marak organisasi masyarakat (ormas) meminta jatah Tunjangan Hari Raya (THR) ke pabrik menjelang Lebaran. Menurut Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer, kasus tersebut harus ditindak tegas.
Immanuel yang akrab disapa Noel itu menyebut semua instansi harus bergandengan untuk mengambil langkah konkret dalam menjawab permasalahan ini. Ia bahkan menyatakan bahwa hanya tindakan pidana yang bisa memberantas ormas bergaya premanisme.
“Kita akan rumuskan langkah konkret. Kita harapkan, dengan koordinasi Kemdagri dan Polri, semua propinsi akan mengikuti langkah bersama memberantas premanisme yang meresahkan pabrik/perusahaan,” kata Noel dalam keterangan resminya, Rabu (26/3/2025).
1. Aksi Premanisme
Noel sendiri menyebut Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menyesalkan premanisme ke pabrik, yang membuat kalangan industri menjadi gerah, bahkan membuat tak sedikit investor yang malah menunda investasi ke Indonesia.
Supaya semua instansi mengambil langkah konkret, ia mengaku akan mengundang semua stake holder (pemangku kepentingan) untuk duduk satu meja mencari solusi. Ia berpendapat ormas bergaya preman, harus dihentikan.
“Kalau masalah ini tidak segera ditanggulangi, akan mengganggu penyediaan lapangan kerja. Imbauan dan definisi masalah sudah cukup, saatnya aksi nyata pemberantasan,” lanjut Noel.