Rismon Tegaskan Video Rp5 Miliar JK Hasil AI: Saya Korban

5 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Rismon Hasiholan Sianipar berkukuh potongan video yang menyebut Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla sebagai pendana alias bohir kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan hasil rekayasa artificial intelligence (AI).

Rismon menyatakan dirinya justru menjadi korban buntut beredarnya video hasil rekayasa AI tersebut.

"Jadi itu adalah produk AI, saya katakan saya adalah korban dari produk AI," kata Rismon kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (15/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rismon menyebut potongan video hasil rekayasa AI berasal dari video yang diunggah di akun Youtube miliknya yakni Balige Academy. Kata dia, video itu ia rekam pada 11 Maret.

"Video tersebut adalah video yang saya rekam tanggal 11 Maret 2026 tentang kajian ilmiah saya, temuan baru saya untuk mengoreksi ini. Jadi itulah yang dipakai," ujarnya.

Lantaran video yang beredar merupakan hasil AI, Rismon pun menyatakan tidak memiliki kapasitas dalam menjelaskan isi dalam video tersebut.

"Karena saya sudah pastikan originalitas itu merupakan faktor utama dalam digital forensik. Maka saya tidak bertanggung jawab untuk mengklarifikasi isinya (dari video tersebut)," ucap dia.

"Yang jelas saya tidak terkait apapun saya tidak membuat, memproduksi, apalagi mengatakan itu didalamnya. Oleh karena itu segera tangkap orang yang memproduksinya," sambungnya.

Lebih lanjut, Rismon juga mengaku tidak pernah menjalin komunikasi dengan JK selama polemik kasus ijazah Jokowi berlangsung. Ia juga menyatakan tidak pernah menyinggung tokoh maupun elite politik manapun.

"Waduh, siapalah saya bisa berkomunikasi dengan Pak JK. Pak JK adalah bapak bangsa, saya hanya rakyat jelata dalam segala macam pembicaran saya, saya tidak pernah menyebut satupun elite politik, elite bangsa ini," ujarnya.

Sebelumnya, JK melaporkan Rismon terkait dugaan penyebaran hoaks dan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri. Laporan itu diterima dan teregister dengan nomor LP/B/135/IV/2026/SPKT/Bareskrim Polri.

"Saya melaporkan Rismon Sianipar atas perbuatannya yang saya anggap itu merugikan saya karena mengatakan saya ini mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan untuk soal ijazah Pak Jokowi," kata JK, Rabu (8/4).

JK menilai tudingan tersebut sangat tidak etis bahkan sangat menghina dirinya. Pasalnya, ia mengatakan pernah mendampingi Jokowi sebagai Wakil Presiden selama lima tahun.

"Sangat tidak etis bagi saya, Pak Jokowi itu Presiden yang saya wakilnya. Kita sama-sama di pemerintahan, bersama-sama selama lima tahun," tuturnya.

"Masa saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau. Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan. Itu penghinaan dan merugikan martabat saya," sambungnya.

(fra/dis/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |