Tak Ada Thom Haye, Ole Romeny pun Jadi Kunci Timnas Indonesia

5 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Tanpa Thom Haye di sektor gelandang, Ole Romeny muncul jadi bintang penting di balik kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis, Jumat (27/3).

Timnas Indonesia bermain dengan formasi tiga bek, kemudian dua gelandang tengah, dengan dua pemain sayap, plus tiga pemain depan yang bergerak tak tentu.

Pergerakan tak tentu dari tiga pemain depan ini agaknya bukan tanpa rencana. Pelatih John Herdman sepertinya sengaja membuat gerak-gerik Beckham Putra, Ole Romeny, dan Ramadhan Sananta begitu cair.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantaran tiga pemain tersebut bergerak tak berpatok di posisi depan, pemain-pemain lain pun punya kesempatan merangsek menggantikan posisi Beckham, Ole, dan Sananta. Kevin Diks, Jordi Amat, Rizky Ridho, hingga Elkan Baggott sempat terlihat masuk kotak penalti lawan di luar situasi bola mati.

Yang jadi sorotan adalah Ole. Pemain Oxford United ini turun menjemput bola ke tengah. Aksinya bak gelandang yang coba mengatur serangan.

Tapi bukan cuma berlagak bak pengatur serangan, Ole benar-benar melakukan tugas seperti layaknya Thom Haye. Saat Calvin Verdonk dan Jordi Amat berupaya menjadi tameng, Ole ikut bergantian mendistribusikan bola.

Bak pemain bervisi tajam. Ole pun melepaskan sebuah umpan terukur pada menit ke-14 yang berujung gol Beckham. Operannya mematikan. Saat bola masih di tengah, Ole cerdik melepas bola ke area kosong tempat Beckham siap menyambut. Bek Saint Kitts and Nevis pun teperdaya.

Dalam proses gol kedua Beckham pun, Ole menunjukkan pemain dengan kedewasaan permainan tinggi. Setelah mendapat bola dari Sananta, Ole tidak memilih memaksa menggiring bola ke kotak penalti atau melakukan tembakan. Mantan pemain Utrecht itu malah melepas umpan ke Beckham yang juga cerdik berada di ruang kosong.

Tak hanya operan yang kemudian menjadi assist, Ole juga beberapa kali bisa mengendalikan bola dengan baik ketika melipir ke pinggir lapangan. Badan yang tinggi besar tidak menghalangi Ole bergerak lincah dan gesit.

Sebagai seorang pemain depan, Ole tetap saja punya jiwa gedor. Ini dibuktikan lewat gol yang dibukukannya pada menit ke-53.

Penguasaan bola dan screening ball yang bagus diselesaikan dengan sebuah sepakan yang tidak terlalu kencang tetapi bisa membuat bola masuk ke gawang.

Pada masa yang akan datang, bisa jadi Ole dapat tugas baru dari Herdman sebagai gelandang.

[Gambas:Video CNN]

(nva/jun)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |