Terancam Krisis Bahan Bakar, Thailand Setop Subsidi BBM

4 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul memimpin pertemuan darurat dengan para gubernur 76 provinsi untuk mengatasi krisis bahan bakar dalam negeri imbas perang AS-Israel Vs Iran yang berkecamuk selama sebulan ini.

Pertemuan yang turut dihadiri oleh para pejabat senior Kementerian Dalam Negeri dan kepala departemen itu membahas upaya untuk menekan "permintaan panik" dan memastikan keselamatan warga menjelang Festival Songkran- tahun baru tradisional Thailand yang dirayakan setiap 13-15 April.

Anutin mengungkapkan meskipun kilang minyak Thailand memproduksi sekitar 77 juta liter bahan bakar per hari-melebihi kebutuhan nasional yang biasanya sebesar 67 juta liter-kekhawatiran akan konflik di Timur Tengah telah mendorong konsumsi hingga mencapai rekor 87 juta liter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata dia, Pemerintah Thailand terpaksa menghentikan subsidi bahan bakar dan membiarkan harga berfluktuasi sesuai dengan mekanisme pasar global. Hal itu dilakukan untuk mencegah penipisan atau krisis.

"Kami beralih ke pendekatan berbasis pasar untuk menjaga keseimbangan dan memastikan bahwa bahan bakar tetap tersedia di setiap sudut negara," kata Anutin dikutip dari The Nation, Sabtu (28/3).

Dia mengeluarkan peringatan keras kepada para pihak yang berupaya mengambil keuntungan dari krisis, dan menginstruksikan para gubernur untuk membentuk "Ruang Perang" khusus.

Unit-unit ini bertugas memantau tingkat stok lokal dan mengambil tindakan hukum segera terhadap bisnis apa pun yang menimbun bahan bakar atau menaikkan harga barang-barang konsumsi penting secara berlebihan.

Adapun Anutin sudah memutuskan beralih dari mobil mewah Rolls-Royce ke mobil listrik buatan perusahaan teknologi asal China, BYD.

Keputusan tersebut diambil di tengah tekanan krisis energi dan harga BBM yang melonjak di Thailand.

Peralihan ini disebut bukan sekadar simbolik. Pemerintah Thailand ingin sekaligus menjadi contoh atas antisipasi terhadap krisis energi yang terjadi.

"PM telah mengganti Rolls-Royce karena harga minyak melonjak," tulis pattayamail, dikutip Jumat (27/3).

(agt)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |