Trump Ancam Kenaikan Tarif ke Negara yang Melawannya soal Greenland

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif dagang baru bagi negara-negara yang tak mendukung sikap politik luar negerinya terhadap Greenland.

"Saya mungkin akan mengenakan tarif pada negara-negara jika mereka tidak sepakat dengan [kami tentang] Greenland, karena kita membutuhkan Greenland, kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Jadi, saya mungkin akan melakukan itu," kata Trump mengutip CNN.

Ancaman yang disampaikan Trump di Kantor Kepresidenan AS di Washington DC atau Gedung Putih pada Jumat (16/1) itu adalah kali pertama diungkapnya terkait Greenland.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia tak merinci negara-negara mana saja yang diancam kenaikan tarif apabila melawan ambisinya mendapatkan Greenland.

Trump menegaskan AS membutuhkan Greenland dengan dalih penting bagi keamanan nasional mereka.

Ancaman tarif sebelumnya pernah Trump berikan kepada negara-negara yang menjadi mitra bisnis Iran.

Trump menegaskan pungutan tarif 25 persen terhadap produk impor produk dari mitra dagang Iran yang masuk ke AS.

"Berlaku segera, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan membayar tarif sebesar 25 persen untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, Senin (12/1).

Sementara itu terkait Greenland, Trump belakangan menggencarkan ambisinya mengambil alih pulau yang merupakan wilayah otonom Denmark itu.

Pria yang berlatar belakang pengusaha multinasional itu sejak lama mengidam-idamkan Greenland yang memiliki kekayaan mineral. Dia bersembunyi di balik dalih Greenland penting bagi keamanan AS. Salah satunya karena takut Rusia dan China duluan 'mencaplok' Greenland.

Merespons tensi yang memanas, sejumlah negara Eropa ramai-ramai mengerahkan pasukan ke sana.

Pengerahan pasukan Eropa dalam jumlah terbatas ini dilakukan untuk membantu Denmark mempersiapkan latihan militer pada akhir tahun mendatang. Pengiriman pasukan ini juga dilakukan saat negara-negara Eropa waswas dengan ancaman invasi Trump.

Pada sisi lain, Denmark sudah menyatakan akan menghadirkan pasukan NATO yang 'lebih besar dan permanen' guna mengamankan pulau terbesar di dunia itu.

"Jelas bahwa sekarang kita mau merencanakan kehadiran yang lebih besar dan lebih permanen sepanjang tahun 2026. Ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa keamanan di Arktik bukan hanya untuk Kerajaan Denmark, tetapi untuk seluruh NATO," kata Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen.

Ide Trump ditolak mayoritas warga AS

Sementara itu, mayoritas atau tiga perempat warga AS ternyata menentang rencana Trump untuk menguasai Greenland.

Demikian hasil jajak pendapat terbaru CNN yang dilakukan SSRS. Hasil survey itu bahwa dorongan Presiden Donald Trump untuk memperluas wilayah Amerika menghadapi hambatan besar dari publik.

Survei tersebut menemukan hanya 25 persen warga Amerika yang mendukung upaya AS untuk menguasai wilayah otonom Denmark tersebut.

Bahkan pendukung Trump juga terbagi untuk isu tersebut. Ada 50 persen yang mengaku pendukung Partai Republik--parpol penyokong Trump--yang menentang soal Greenland, dan setengahnya lagi menentang ide Trump itu.

Sementara itu rival Partai Republik yakni Partai Demokrat hampir seluruh pendukungnya menentang soal Greenland. Termasuk juga orang-orang yang mendaku diri sebagai netral atau independen secara pandangan partai politik.

(mnf/kid)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |