Jakarta, CNN Indonesia --
Disney+ menyatakan bahwa drama 'Knock-Off' yang dibintangi aktor Kim Soo-hyun saat ini "belum dijadwalkan untuk dirilis."
Dikutip dari All Kpop, respons ini diketahui dari balasan email yang dikirimkan Disney+ kepada banyak warga Korea Selatan yang memprotes drama tersebut via surat elektronik.
Menariknya, email dari Disney+ ini dikirimkan pada Selasa (31/1), atau bertepatan dengan hari Kim Soo Hyun menggelar konfrensi pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak pihak kemudian mengartikan bahwa email dari Disney+ adalah tanda platform streaming itu tidak suka dengan hasil konferensi pers Kim Soo Hyun.
Sebelumnya, juru bicara untuk Disney+ pada 21 Maret lalu pernah mengatakan bahwa setelah memperhatikan berbagai pertimbangan secara hati-hati, perilisan drama akan ditunda.
Sebelumnya Knock-off pernah dijadwalkan akan dirilis bulan April.
Beberapa sumber di industri hiburan Korsel memperkirakan anggaran produksi drama tersebut mencapai 60 miliar KRW (sekitar 40 juta USD), dan jika proyek tersebut dibatalkan, Kim Soo Hyun berpotensi akan dikenakan denda mulai dari 18 miliar hingga 180 miliar KRW (sekitar 12 juta USD hingga 120 juta USD), tergantung pada ketentuan kontrak.
Merupakan hal lumrah para aktor akan diminta membayar ganti rugi dua hingga tiga kali lipat dari biaya produksi ketika suatu drama atau film dibatalkan karena skandal pribadi.
Kim Soo Hyun saat ini tengah terjerat kontroversi memacari Kim Sae-ron saat sang aktris di bawah umur. Pihak keluarga Sae-ron pun lewat Garosero Research Institute telah beberapa kali merilis foto dan video sebagai bukti tudingan tersebut.
Pada konferensi pers Senin (31/3), Kim Soo-hyun membantah telah melakukan grooming pada Sae-ron. Ia mengaku hanya berpacaran satu tahun dengan mendiang Kim Sae-ron ketika berusia 19 tahun.
Pernyataan Kim Soo-Hyun ini langsung dibantah oleh Garosero dengan merilis video terbaru kedekatan keduanya. Garosero mengatakan dari catatan digital, video tersebut dibuat pada 2018 atau ketika Kim Sae-ron masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
Garosero juga menyebut video itu hanya sedikit dari demikian banyak bukti yang mereka kantongi. Mereka mengatakan mendiang Kim Sae-ron memiliki empat laptop dan lima telepon genggam yang di dalamnya terdapat jejak keduanya saat berpacaran.
(vws)