Bergerak Untuk Petani, Welly-Parulian Hadirkan Bajak Gratis Pakai Sistem Digital “BAGUS” dan Kawal Pupuk Petani

3 hours ago 1

Beranda METRO SUMBAR Bergerak Untuk Petani, Welly-Parulian Hadirkan Bajak Gratis Pakai Sistem Digital “BAGUS” dan Kawal Pupuk Petani

METRO SUMBAR

PROGUL— Diskominfo Pasaman bersama kepala Dinas Pertanian, Prasetyo didampingi jajaran Kabid Distan dan Kepala Disdukcapil Akmal, saat konfrensi pers menyampaikan pelaksanaan program unggulan Layanan Bajak Gratis dan Tata Kelola Pupuk Bersubsidi di Media Center, Diskominfo, Senin (18/5)

PASAMAN, METRO–Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memper­kuat sektor pertanian melalui program unggulan layanan Bajak Gratis bagi petani padi sawah. Program yang digagas langsung oleh Bupati Pasaman Welly Suhery bersama jajaran pemerintah daerah itu dise­but sebagai bentuk kepe­du­lian nyata terhadap ke­bu­tuhan petani kecil yang selama ini menghadapi keterbatasan biaya pro­duksi.

Memasuki satu tahun program unggulan di­ba­wah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian sejak diluncurkan pada Mei 2025, program ini menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah di bawah ke­pemimpinan Bupati Pa­sa­man Welly Suheri bersama Wakil Bupati Parulian untuk periode 2025–2030. Program tersebut telah diuji coba perdana di hamparan sawah masyarakat Na­­gari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping, dan mendapat sambutan antusias dari para petani penerima manfaat.

Bupati Pasaman Welly Suhery mengatakan, program Bajak Gratis hadir untuk membantu meringankan beban petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian padi sawah di Kabupaten Pasaman. “Alhamdulillah, ini bentuk kepedulian pemerintah kepada petani kita. Program ini disusun untuk menjawab kebutuhan petani kurang mampu,” ujar Welly Suhery saat pe­luncuran program di Na­gari Jambak, Lubuk Sika­ping.

Menurutnya, layanan Bajak Gratis menyasar petani penggarap maupun pemilik lahan yang masuk dalam kategori penerima manfaat sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Ia juga meminta Dinas Pertanian Pasaman memastikan program tersebut mudah diakses masyarakat agar mam­pu mengurangi biaya pro­duksi petani yang selama ini cukup tinggi. “Kita tentu menginginkan seluruh petani padi sawah dapat terakomodir dalam pro­­gram ini, namun pelak­sa­naannya te­tap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.

Aplikasi “BAGUS” Siap Diluncurkan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Prasetyo menjelaskan bah­wa Pemkab Pasaman kini tengah menyiapkan inovasi digital berupa aplikasi “BAGUS” atau Bajak Gratis Untuk Semua. Menurut Prasetyo, aplikasi ter­sebut telah selesai dikem­bangkan dan siap mema­su­ki tahap uji coba serta soft launching. “Aplikasi BAGUS saat ini diprioritaskan bagi petani kategori Desil 1. Di luar kategori tersebut sistem otomatis tidak dapat login dan akan muncul penjelasan penolakan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pen­daf­taran program Bajak Gratis dijadwalkan dimulai Mei 2026 dengan target pelaksanaan tanam serentak pada Juni 2026.

Dalam masa persiapan tersebut, Dinas Pertanian juga akan melakukan pe­nyem­purnaan sistem apli­kasi serta penyusunan SOP di setiap tahapan pelayanan, mulai dari pendaftaran hingga proses pembajakan sawah.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di seluruh wilayah Pasaman untuk mem­bantu masyarakat me­ng­akses dan mendaf­tar­kan diri melalui aplikasi BAGUS. “Kita ingin masya­rakat tidak kesulitan menggu­nakan aplikasi. Karena itu, PPL akan membantu proses pendaftaran petani di lapangan,” terang Pra­setyo.

Ia menambahkan, pihaknya juga tengah mencari solusi bagi petani yang layak menerima bantuan namun belum terdaftar dalam kategori Desil 1 agar tetap dapat mengakses program Bajak Gratis.

Prasetyo optimistis pro­gram unggulan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat Pasaman yang menggantungkan hi­dup di sektor pertanian. “Kita berharap bantuan ini be­nar-benar membantu dan meringankan beban pe­tani Pa­sa­man,” pun­g­kas­nya.

Perketat Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi

Di sisi lain, Bupati Pasaman Welly Suhery juga menaruh perhatian serius terhadap persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang selama ini dikeluhkan petani. Dalam rapat bersama kepala OPD dan camat di Balerong Anak Nagari, Welly menegaskan adanya dugaan penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi yang merugikan petani Pasaman. “Kita menerima informasi ada pupuk bersubsidi yang dikirim keluar daerah dan bukan untuk petani kita,” tegasnya.

Ia meminta pendataan penerima pupuk diperjelas dan tepat sasaran, serta menginstruksikan dinas terkait untuk menelusuri dugaan penyimpangan tersebut.

Menurut Welly, distribusi pupuk bersubsidi tidak boleh hanya dinikmati pihak-pihak tertentu yang memiliki lahan luas, sementara petani kecil justru ke­sulitan memperoleh hak­nya. “Bisa saja yang me­ngambil pupuk bersubsidi itu orang yang memiliki puluhan hektare lahan, sehingga petani kecil tidak terakomodir,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Prasetyo membenarkan masih adanya kendala dalam pendistribusian pupuk, salah satunya karena kelompok tani yang enggan menerima anggota baru. “Masih banyak petani yang belum terakomodir karena kelompok tani yang ada tidak mau menerima anggota ba­ru,” katanya. Padahal, menurut Pra­se­tyo, satu kelompok tani dapat menampung hingga 125 anggota, sementara saat ini rata-rata kelompok tani hanya beranggotakan sekitar 25 orang.

Dikatakan Prasetyo, angka tata kelola pupuk bersubsidi di Pasaman untuk tahun 2025 sebanyak 2.281 ton untuk urea dan untuk NPK 1.695 ton dari alokasi yang diberikan di awal tahun. Sedangkan untuk tahun 2026, sejak awal tahun Kementerian Pertanian telah mengalokasikan  pu­puk urea sebanyak 13.042­ ton sedangkan pupuk NPK sebanyak 15.945 ton dan NPK formula khu­sus sebanyak 52 ton dan pu­puk orgnik 55 ton.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pasaman, Yudesri menekankan pentingnya pengawasan ketat serta keterlibatan aparat penegak hukum dalam distribusi pupuk bersubsidi. Ia juga meminta pemerintah nagari aktif memberikan pemahaman kepada kelompok tani agar membuka akses bagi petani baru demi pemerataan penerima pupuk bersubsidi di Kabupaten Pasaman.(end)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |