Dari Tabungan Pertama, Bank Mandiri Bangun Masa Depan Bangsa

3 hours ago 6

JAKARTA, METRO–Dalam semangat Hari Pendidikan Nasional, Bank Mandiri menegaskan pe­rannya yang lebih dari sekadar institusi keuangan. Bank Mandiri hadir sebagai enabler pembentukan ge­nerasi yang berorientasi masa depan, bukan hanya membuka rekening, tetapi membuka peluang yang berkelanjutan bagi masa depan anak bangsa.

Melalui Tabungan Simpel, Bank Mandiri mendo­rong akselerasi inklusi ke­uangan pelajar secara terintegrasi. Rekening pertama menjadi titik awal perubahan membangun kebiasaan, membentuk karakter, hingga menciptakan orientasi hidup jangka panjang. Dari langkah sederhana ini, lahir dampak berlapis yang tidak hanya di­rasakan oleh anak, tetapi juga keluarga, bahkan ge­nerasi berikutnya.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, pendekatan ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan Sinergi Mem­bangun Negeri. Tidak berdiri sendiri, Tabungan Simpel terhubung dengan program literasi keuangan yang aplikatif, jaringan sekolah mitra di berbagai wilayah Indonesia, serta pendekatan berbasis riset yang memastikan setiap inisiatif berjalan relevan, terukur, dan berkelanjutan.

“Bank Mandiri meyakini bahwa literasi dan inklusi keuangan sejak dini merupakan fondasi pen­ting dalam membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing, sehingga melalui Tabungan Simpel perseroan tidak hanya mem­perluas akses laya­nan keuangan bagi pelajar, tetapi juga menanamkan pola pikir finansial secara berkelanjutan sejak dini,” ujar Adhika, dalam siaran pers, Rabu (6/5).

Hingga Desember 2025, jumlah rekening Tabungan Simpel Bank Mandiri telah mencapai 928 ribu reke­ning, tumbuh 19,6% secara tahunan (year on year/YoY). Secara rata-rata, pertumbuhan rekening se­panjang 2021–2025 mencapai 117 ribu rata-rata rekening per tahun dengan laju pertumbuhan 19,3%.

Tren positif ini berlanjut pada 2026, dengan capaian 997 ribu rekening per Maret atau sekitar 90% dari target 1,07 juta rekening. Total saldo mencapai Rp 354 miliar dengan rata-rata saldo Rp 336 ribu per rekening, mencerminkan semakin kuatnya kesadaran menabung di kalangan pe­lajar.

Bank Mandiri juga menjangkau pelajar dari jenjang TK hingga SMA menjadi nasabah tabungan Simpel. Mayoritas nasabah berasal dari jenjang SMA dengan proporsi 64%, me­nunjukkan bahwa fase ini menjadi momentum penting dalam pembentukan orientasi keuangan. Secara wilayah, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar, menandakan luasnya jangkauan dan dampak program ini di berbagai daerah.

Lebih jauh, pendekatan Bank Mandiri juga di­per­kuat oleh temuan riset global. Penelitian William Elliott dari University of Kansas yang menganalisis da­ta Panel Study of Income Dynamics survei longitudinal sejak 1968 menunjukkan, bahwa anak yang memiliki rekening tabungan khusus pendidikan memiliki peluang tiga kali lebih besar untuk mendaftar ke perguruan tinggi dan 2,5 kali lebih besar untuk me­nyelesaikan pendidikan tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki rekening.

Menariknya, dampak tersebut tidak bergantung pada besaran nominal ta­bungan, melainkan pada keberadaan rekening itu sendiri yang membentuk pola pikir dan orientasi masa depan anak.

Temuan ini sejalan dengan Teori Aset Sherraden (1991) yang menyatakan bahwa kepemilikan aset finansial sejak dini mampu membentuk cara anak memandang dirinya serta me­ningkatkan keyakinan untuk mencapai tujuan jangka panjang (future orientation).

Sejalan dengan itu, A­dhika menegaskan, bahwa akses dan literasi harus berjalan beriringan. “Bank Mandiri percaya bahwa literasi keuangan harus ha­dir bersama akses nyata. Melalui Mandiri Simpel, kami tidak hanya membuka rekening, kami membangun orientasi masa depan generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri memastikan bahwa setiap akses keuangan diiringi dengan peningkatan literasi. Sepanjang 2025, Bank Mandiri menyelenggarakan program literasi ke­uangan di Universitas Mu­samus, Merauke dan Universitas Negeri Gorontalo, menjangkau lebih dari 1.0­00 mahasiswa.

Pada 2026, program “Mandirian Mengajar” semakin memperluas jang­kauan, menyentuh hampir 10 ribu peserta lintas jenjang pendidikan dengan peningkatan pemahaman mencapai 47%, menegaskan efektivitas pendekatan edukasi yang konsisten dan berbasis pengukuran.

Bank Mandiri juga mem­perkuat kontribusinya melalui dukungan langsung terhadap infrastruktur dan fasilitas pendidikan. Bank Mandiri melakukan renovasi terhadap 27 se­kolah di berbagai wilayah Indonesia, mencakup perbaikan sarana dasar seperti atap, lantai, dan din­ding, pengecatan ruang ke­las dan fasilitas umum, perbaikan sanitasi, hingga penyempurnaan fasilitas belajar seperti papan tulis, meja, dan kursi. Selain itu, Bank Mandiri turut menghadirkan Pojok Baca di 27 sekolah sebagai upaya men­dorong minat literasi sejak dini di lingkungan pendidikan.

Di sisi lain, komitmen terhadap akses pendidikan juga diwujudkan melalui penyaluran 267 beasiswa bagi mahasiswa di Indonesia, serta distribusi perlengkapan sekolah bagi pelajar. Sepanjang periode Desember 2025 hingga Ma­ret 2026, lebih dari 26 ribu paket tas sekolah telah di­salurkan, termasuk untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera, program Ramadan 2026, dan distribusi di cakupan wilayah operasional Bank Mandiri Bali & Nusa Tenggara. Ber­tepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Bank Man­diri kembali menargetkan penyaluran lebih dari 2.800 paket tas sekolah di 12 region, memperluas dampak dukungan terha­dap kesiapan belajar siswa di berbagai daerah.

Seluruh inisiatif ini di­rancang sebagai ekosis­tem yang saling terhubung menggabungkan produk, edukasi, dan kolaborasi dalam satu kerangka besar yang berkelanjutan. Bank Mandiri percaya bahwa akselerasi inklusi keuangan tidak cukup hanya dengan membuka akses, tetapi harus diiringi dengan pembentukan pola pikir dan kesiapan menghadapi masa depan.

Melalui komitmen ini, Bank Mandiri tidak hanya membangun layanan, tetapi membangun fondasi masa depan bangsa. De­ngan sinergi yang kuat dan langkah yang konsisten, Bank Mandiri terus menghadirkan dampak nyata menggerakkan ekonomi, memperkuat literasi, dan menciptakan generasi yang siap melangkah lebih jauh.

Karena bagi Bank Man­diri, setiap rekening pertama adalah awal dari perjalanan besar menuju ma­sa depan yang lebih terarah, lebih mandiri, dan lebih berkelanjutan. (rgr/rel)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |