Data yang Dirilis BPS Kota Solok, Nurzal Gustim: Kondisi Perekonomian Daerah Relatif Stabil

6 hours ago 3
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Nurzal Gustim

SOLOK, METRO–Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Nurzal Gustim, menjelaskan bahwa data yang dirilis BPS Kota Solok memperlihatkan kondisi perekonomian daerah yang relatif stabil. Meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan di­bandingkan tahun sebe­lumnya. “Pertumbuhan e­ko­nomi Kota Solok tahun 2025 sebesar 3,61 persen menunjukkan bahwa pe­re­ko­no­mian daerah tetap bergerak positif. Meski melambat dari tahun sebelumnya, hal ini masih men­cerminkan kondisi yang stabil, ditopang oleh kinerja sejumlah sektor usaha, terutama jasa keua­ngan dan perdagangan,” je­las Nurzal.

Selain itu, lanjutnya tingkat partisipasi angkatan kerja yang mencapai 70,32 persen serta tingkat pengangguran terbuka se­besar 3,87 persen. Hal ini juga menunjukkan kondisi pasar kerja yang cukup baik. Ditambah dengan Gini Rasio 0,302, ini menandakan bahwa distribusi pendapatan masyarakat di Kota Solok relatif merata

Ia menambahkan, publikasi “Wajah Ekonomi Kota Solok 2025” merupakan bagian dari upaya peme­rintah dalam menyajikan informasi pembangunan daerah secara terbuka dan komprehensif kepada ma­syarakat. “Melalui data ini, masyarakat dapat melihat secara menyeluruh per­kembangan perekonomian Kota Solok, baik dari sisi pertumbuhan, struktur e­ko­nomi, maupun kondisi ke­tenagakerjaan, yang se­ka­ligus menjadi acuan da­lam penyusunan kebijakan pembangunan ke depan,” ung­kapnya.

Dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solok sebut Nurzal Gustim me­nunjukkan bahwa perekonomian Kota Solok pada tahun 2025 berjalan stabil, tidak hanya dari sisi pertumbuhan, tetapi juga diiringi dengan tingkat pemerataan yang relatif baik di tengah dinamika ekonomi yang ada.

Berdasarkan data ter­sebut, laju pertumbuhan ekonomi Kota Solok pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,61 persen. Angka ini mengalami sedikit perlambatan dibandingkan tahun 2024, namun masih mencerminkan kondisi ekonomi yang tetap terjaga dan berge­rak positif.

Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh berbagai lapangan usaha de­ngan capaian yang beragam. Sektor jasa keuangan dan asuransi mencatat pertumbuhan tertinggi se­besar 8,64 persen, sementara sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang me­ngalami pertumbuhan terendah sebesar -0,31 persen.  “Variasi ini menunjukkan dinamika aktivitas eko­nomi antar sektor di Kota Solok,” kata Nurzal Gustim. Dari sisi struktur ekonomi, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kontribusi sebesar 25,8 persen. Disusul sektor transportasi dan pergudangan sebesar 14,4 persen serta sektor konstruksi sebesar 13 persen.

Pada aspek ketenagakerjaan, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis BPS, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Kota Solok pada tahun 2025 tercatat sebesar 70,32 persen.  “Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas penduduk usia kerja telah terlibat dalam kegiatan ekonomi,” ungkapnya.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (T­PT) berada pada angka 3,87 persen, yang mengin­di­kasikan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif kondusif. Kedua indikator ini menjadi gambaran penting dalam melihat dinamika ketenagakerjaan di daerah. Selain itu, tingkat ketimpangan pendapatan di Kota Solok tergolong rendah. Hal ini tercermin dari nilai Gini Rasio sebesar 0,302 yang menunjukkan distribusi pendapatan ma­sya­rakat yang relatif merata, sehingga memperkuat gam­baran pembangunan ekonomi yang inklusif. (vko)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |