DPW PKPS Sumbar Gelar Halal Bihalal, Perantau asal Pessel Diingatkan Jangan Tinggalkan Jati Diri Orang Pasisia

5 hours ago 2

PADANG, METRO–Perantau asal Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang tergabung dalam DPW Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meniliki potensi yang cukup luar biasa. Kehadiran DPW PKPS Sumbar diharapkan dapat membangun kolaborasi yang maksimal untuk membangun Pessel lebih baik.

“Perantau Pessel luar biasa. Mereka ada di legislative, pemerintahan dan pengusaha. Kehadiran Perantau Pessel ini diharapkan dapat membangun kolaborasi yang maksimal.untuk membangun Pessel,” ucap Gubernur Sumbar diwakili Kepala Dinas Pangan Sumbar, Iqbal Ramadi Payana, saat menghadiri Halal Bihalal DPW PKPS Provinsi Sumbar di Gedung Serba Guna DPW PKPS Sumbar di Padang, Minggu (12/4).

Iqbal menambahkan, untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi Perantau asal Pessel di manapun berada, tidak hanya sekadar kolaborasi. Tetapi juga dibutuhkan konektivitas antara satu dengan yang lainnya. “Dengan kolaborasi, kerja sama dan konektivitas, maka akan menemukan solusi dari setiap masalah yang dihadapi,” ungkapnya.

Iqbal juga berharap dengan Hala Bihalal yang dilaksanakan hari ini Perantau maupu Masyarakat Pessel yang di ranah dapat saling memaafkan dan bersilaturahmi memperkuat ukhuwah.

Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim mengajak Perantau Pessel membangun kampung halamannya. “Untuk membangun kampung halaman Pessel kita tidak akan pernah bicara pangkat dan jabatan. Yang penting bagi kita Orang Pessel wajib berkontribusi berbuat untuk kampung halaman. Baik fisik maupun kehidupan sosial,” ajaknya.

Tidak dipungkirinya, kondisi Pessel saat ini masih termasuk daerah miskin. Saat ini Pessel peringkat 17 daerah termiskin dari 19 kabupaten kota di Sumbar. “Pessel sudah keluar dari status tertinggal. Namun masih masuk kategori daerah miskin. Peringkat daerah ini naik, sebelumnya Pessel nomor 18 termiskin di Sumbar. Kini nomor 17,” ungkap Risnaldi.

Risnaldi mengaku sangat sedih daerah ini masuk daerah miskin. Padahal, Pessel memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang cukup besar, baik itu laut, hutan dan pertanian. “Sekarang masih miskin. Kenapa seperti ini? Apa pemerintah tidak mengurus, atau SDA ini benar- benar ada atau tidak ada. Atau masyarakat yang belum siap mengolah SDA yang ada?” tanya Risnaldi.

Untuk membangun Pessel yang memiliki potensi SDA, perlu optimisme, tidak hanya dari masyarakat tetapi juga perantau. Pembangunan di Pessel yang dilakukan Pemkab Pessel tidak hanya keluar dari kemiskinan tetapi juga kesehatan dan pendidikan.

Risnaldi pada kesempatan itu juga meminta dukungan perantau terhadap dunia investasi di Pessel. Saat ini menurutnya cukup banyak investor yang berinvestasi di sector pariwisata di pessel. Khususnya di kawasan wisata Mandeh. “Akan banyak investor yang masuk ke Mandeh. Karena itu kita butuh dukunngan dari perantau agar semuanya berjalan dengan baik,” harapnya.

Ketua DPW PKPS Sumbar, Sengaja Budi Syukur mengakui, Halal Bihalal yang dilaksanakan hari ini sangat ramai dihadiri perantau. Hal ini membuatnya rindu suasana Halal Bihalal tahun 2007 silam. Di mana saat itu cukup ramai perantau berkumpul seperti sekarang.

Pertemuan digelar di Gedung Serbaguna DPW PKPS Sumbar ini, sekaligus menyampaikan informasi kepada perantau bahwa, DPW PKPS Sumbar memiliki gedung di Padang yang representatif untuk baiyo batido, berkumpul dan bersilaturahmi.

“Kita berkumpul di sini juga sekaligus ingin perlihatkan gedung ini masih banyan kekurangan. Pembangunan lantai 2 gedung ini belum selesai. Gedung ini dibangun swadaya Tokoh dan Masyarakat Pessel. Kami titip kepada Bupati Pessel agar ada kelanjutan pembangunan gedung ini untuk lantai 2,” harapnya.

Mewakili Wali Kota Padang, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Ances Kurniawan mengatakan, keberadaan PKPS di Kota Padang sangat dirasakan dampaknya. Perantau Pessel di Padang dikenal egaliter, gigih, pekerja keras dan pandai bergaul.

“Perantau Pessel di Padang ibarat dua sisi. Sebagai Warga Padang secara administrasi, tetapi kita tidak lupa dengan asal Orang Pessel yang bukan rantau yang tidak jauh dari Padang,” terangnya.

Ances mengungkapkan, di era 70-an Kota Padang didominasi Perantau asal Pariaman. Karena saat itu Orang Pessel ke Padang harus melalui jalan berliku dan medan yang berat. Tetapi sekarang akses jalan bagus, Orang Pessel bisa mudah ke Padang. Saat ini siang hari sudah 1 juta lebih Warga Padang yang datang dari luar dan dalam beraktivitas di Padang.

“Secara kuantitas Orang Pessel sekarang banyak di Padang. Keberadaannya menyebar. Bahkan di Padang sekarang nomor dua Perantau Pessel terbanyak,” terangnya.

Dengan keberadaan Perantau Pessel yang cukup besar di Padang, Ances berharap dapat mendukung program pembangunan Pemko Padang melalui sembilan program unggulannya.

Ketua Panitia Halal Bihalal DPW PKPS Sumbar Widoyo Hermanto mengatakan, Perantau Pessel berkumpul hari ini sebagai arti dari persaudaraan, kepedulian dan tanggungjawab sosial.

“Tema Halal Bihalal kali ini sangat sederhana, yakni Rindu Pasisia, Baiyo Batido di Rumah Gadang. Ini bukan sekadar rasa, tetapi pengingat siapa kita. Adat Minangkabau, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kemana pun kita pergi merantau kita menyesuaikan diri. Tetapi tidak boleh meninggalkan jati diri kita sebagai orang pasisia. Kita boleh hidup di mana saja, berkiprah di semua bidang. Sebagai orang pasisia kita punya akar yang sama,” tegasnya.

Halal Bihalal DPW PKPS dihadiri Pengurus DPP, DPW, DPD, DPC dan PAC PKPS. Juga hadir Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Sumbar, DPRD Kabupaten Pessel dan pejabat pemerintahan yang berasal dari Pessel, Tokoh Masyarakat Pessel, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, OKP, Mahasiswa asal Pessel.(fan)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |