HALAL BIHALAL- Area Head Bank Mandiri Padang, Feri Cahyono saat menghadiri silaturahmi dan halal bihalal bersama insan pers dan media di Kota Padang, Senin (6/4/2026). Pertemuan ini Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi keuangan yang akurat dan objektif kepada masyarakat.
PADANG, METRO- Memasuki bulan keenam masa tugasnya di Sumatera Barat, Area Head Bank Mandiri Padang, Feri Cahyono, menggelar silaturahmi sekaligus halal bihalal bersama insan pers di Hotel Mercure Padang, Senin (6/4/2026). Pertemuan perdana usai libur Idulfitri 1447 Hijriah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara sektor perbankan dan media massa.
Dalam sambutannya, Feri yang hadir bersama Tresno Lestari (Personal Loan Manager), Dimas Djati Kuaumo (Area Transaction and Funding Manager), dan Jecky Novrianza (Area Sevice Manager), menekankan bahwa di era banjir informasi digital, peran jurnalis sebagai penyaring berita (filter) sangat krusial. Ia menyoroti fenomena masyarakat yang kini cenderung mudah menghakimi tanpa proses klarifikasi yang matang.
“Media adalah stakeholder kunci. Di tengah arus digitalisasi, rekan-rekan wartawan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan informasi yang sampai ke publik tetap objektif, berbasis data, dan terverifikasi. Jangan sampai ada pemberitaan tanpa dasar yang justru merugikan masyarakat,” ujar Feri di hadapan awak media cetak, elektronik, dan daring.
Potensi Ekonomi dan Tantangan “Cashless”
Mengevaluasi setengah tahun pengabdiannya di Sumbar, Feri melihat dinamika ekonomi daerah ini menunjukkan tren positif. Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar tercatat menggembirakan, didorong oleh sektor pertanian dan perkebunan sebagai motor utama, disusul sektor transportasi serta perdagangan.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, Feri mencatat tantangan besar pada aspek digitalisasi keuangan. Budaya transaksi tunai (cash) di Sumatera Barat dinilai masih sangat dominan. Sebagai gambaran, realisasi transaksi non-tunai di SPBU di seluruh Sumbar bahkan belum menyentuh angka 3 persen.
“Ini adalah tantangan sekaligus peluang. Kami terus berkoordinasi intensif dengan Bank Indonesia (BI) untuk memacu ekosistem cashless. Ini bukan sekadar soal gaya hidup atau teknologi, tapi tentang efisiensi ekonomi daerah,” jelasnya.
Di sisi lain, menyikapi persaingan di industri keuangan, Feri menegaskan bahwa Bank Mandiri tidak memposisikan bank daerah sebagai kompetitor. Sebaliknya, ia mendorong semangat kolaborasi untuk memajukan ekonomi Sumbar secara kolektif.
“Bank Mandiri mungkin memiliki aset besar secara nasional, namun di daerah, kami adalah mitra. Kami siap bersinergi dengan bank daerah, baik dalam fasilitasi transaksi masyarakat maupun digitalisasi pengelolaan dana pemerintah,” tegas Feri.
Guna mendukung transisi digital tersebut, Bank Mandiri Area Padang terus menggencarkan solusi digital unggulan seperti Livin’ by Mandiri untuk nasabah ritel, Kopra untuk segmen korporasi, serta perluasan ekosistem QRIS di berbagai sektor usaha.
Menutup pertemuan tersebut, Feri mengajak seluruh nasabah setia di Ranah Minang untuk mulai beradaptasi dengan layanan perbankan modern. Menurutnya, keamanan dan kecepatan adalah kunci utama dalam transaksi di masa depan.
“Kami berkomitmen memberikan solusi finansial terbaik. Melalui fitur seperti Livin’ by Mandiri, transaksi menjadi lebih aman dan efisien. Mari kita bersama-sama memajukan ekonomi digital Sumatera Barat mulai dari langkah kecil di ponsel kita masing-masing,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan sesi ramah tamah, mempertegas komitmen Bank Mandiri untuk terus berjalan beriringan dengan media dalam mengawal pembangunan ekonomi di Sumatera Barat. (ren)

6 hours ago
5

















































